Gempa yang terjadi di perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan magnitudo 7,5 dengan kedalaman 12 km pada jarak 112 km barat laut Kota Larantuka dirasakan juga di Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Tajuddin Hir saat dihubungi di Dompu,  Selasa (14/12), mengatakan bahwa BMKG saat memprakirkan Dompu dalam status siaga.

“Memang BMKG memperkirakan tsunami di wilayah NTT, Maluku, Sulsel, Sulut dan NTB, khusus di Dompu kita status waspada, Alhamdulillah masih aman,” katanya.

Hingga saat ini pihaknya masih terus menunggu info dan laporan warga, jika saja ada kerusakan penyebab getaran gempa tersebut.

“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan, kita hanya mendapat info dari BMKG saja,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat di sebelah utara Kabupaten Dompu yang dekat dengan pusat gempa agar tetap waspada dan siaga.

"Jika terjadi gempa susulan maka segera berpindah ke tempat yang aman," kata Tajuddin Hir .

Sementara itu Camat Kilo, Rudi Purtomo, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di Larantuka juga dirasakan di wilayah paling utara Dompu yaitu Kecamatan Kilo, namun tidak ada kerusakan dan getaran gempa tidak begitu besar.

“Masih aman, kita masih status waspada. Saya sudah menginstruksikan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan staf camat agar memperingatkan warga tetap bersiap jika terjadi gempa susulan yang lebih besar,” katanya.

Salah satu warga Kota Bima, Sigit yang diwawancarai media ini, mengatakan, bahwa getaran gempa di sejumlah lokasi di Kota Bima terasa sangat kuat dan lumayan lama. Saat gempa terjadi, warga Kota Bima juga kaget dan keluar rumah.

Hingga pukul 11.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 15 kali gempa susulan dengnan magnitudo 5.6.

Dalam beberapa video yang diunggah warga di media sosial, terlihat warga setempat sangat panic dan berlarian ke tempat yang lebih tinggi.

Namun baru-baru ini BMKG kembali merilis bahwa Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo tersebut telah berakhir dan peringatan tsunami telah dicabut atau berakhir.
 

Pewarta: Feri Mukmin Pertama*Riza Fahriza

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021