Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melakukan percepatan penyerapan anggaran 2022 untuk pemulihan ekonomi masyarakat dari dampak pandemi COVID-19 di daerah itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong Yusran Fauzi di Rejang Lebong, Jumat (18/2), mengatakan besaran APBD setempat yang disahkan DPRD Rejang Lebong pada November 2021 berkisar Rp987 miliar.

Saat ini, katanya, anggaran itu sudah bisa diserap oleh sejumlah dinas di daerah itu.

"Penyerapan APBD Rejang Lebong 2022 saat ini baru mulai uang pinjaman atau UP dan gaji. Untuk UP ini satu PA (Pengguna Anggaran) maksimal Rp200 jutaan," kata dia.

Dia menjelaskan upaya percepatan penyerapan anggaran, terutama berkaitan dengan pembangunan fisik, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang mempunyai kegiatan pengadaan barang dan jasa saat masih dalam rencana umum pengadaan (RUP) dan persiapan surat keputusan kerja, SK PA, Kuasa Pengguna Anggaran, maupun Pejabat Pembuat Komitmen.

"Kalau kami di sekretariat sudah selesai, mudah-mudahan di masing-masing OPD juga. Intinya RUP ditayangkan di bagian pembangunan dan barang jasa, insyaallah bulan Maret ini sudah mulai dilelangkan sehingga bisa berjalan dan menyerap lapangan pekerjaan," katanya.

Dia berharap, dengan adanya upaya percepatan penyerapan anggaran nantinya sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan perbaikan maupun pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan, sudah bisa bekerja mengingat pada April-Mei sudah masuk Bulan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya terjadi peningkatan arus mudik Lebaran.

Anggaran pembangunan infrastruktur dasar di daerah itu yang masuk dalam APBD Rejang Lebong 2022 berkisar Rp68 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp107 miliar, sehingga kegiatan pembangunan infrastruktur bergantung dengan Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022