Samarinda (Antara) - Korban tewas akibat ambruknya rumah toko (ruko) Cendrawasih Permai di Jalan Ahmad Yani Samarinda, Kalimantan Timur, bertambah menjadi lima orang.

Kepala Kantor Badan SAR Nasional Kota Balikpapan Hendra ditemui di lokasi ruko ambruk, Rabu siang mengatakan, satu pekerja yang bernama Jarwo, ditemukan di reruntuhan bangunan pada Rabu subuh sekitar pukul 04.30 Wita.

"Tadi pagi, sekitar pukul 04.30 Wita, satu pekerja kembali ditemukan, sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Hendra.

Dengan ditemukannya satu korban tersebut kata Hendra, tersisa tujuh pekerja yang tertimbun di reruntuhan gedung ambruk tersebut.

"Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, dari seluruh korban ambruknya ruko itu, termasuk korban selamat dan terluka  serta meninggal, seluruhnya berjumlah 77 orang sehingga masih ada tujuh pekerja yang tertimbun di reruntuhan ruko tersebut," kata Hendra.

Tim SAR lanjut Hendra masih terus berupa melakukan pencarian terhadap korban yang kemungkinan masih hidup.

"Kami sangat berharap, ada pekerja yang tertimbun yang masih hidup. Untuk itu, proses pencarian masih kami lakukan secara manual dan belum berani menggunakan alat berat," ujar Hendra.

Pada Kamis siang kata Hendra, Tim SAR berhasil mendeteksi dua pekerja yang terjebak di reruntuhan bangunan yang roboh.

"Saat ini, kami berhasil mendeteksi dua pekerja yang sudah dalam kondisi meninggal dunia terjebak di reruntuhan ruko. Namun, kami belum bisa mengevakuasi jasad kedua pekerja itu karena kondisinya terjepit. Kami masih berupaya mengangkat jasad kedua pekerja itu secara manual," ungkap Hendra.

Ruko di kompleks perumahan Cendrawasih Permai itu ambruk pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WITA.

Saat itu, terdapat 84 pekerja yang berada di dalam rumah toko berlantai tiga tersebut, 64 orang berhasil selamat sementara lima orang terluka.

Pada Selasa siang, satu pekerja berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakusi ke RSUD AW Syahranie Samarinda.

Tim SAR kembali menemukan dua pekerja di bawah reruntuhan pada Selasa sore namun keduanya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit AW Syahranie Samarinda.    

Selasa malam sekitar pukul 19.15 WITA, seorang pekerja bernama Suyaji berhasil dievakuasi setelah sempat tertimbun reruntuhan selama 13 jam.

Korban yang menderita patah kaki langsung dibawa ke RSUD AW Syahranie untuk mendapatkan pertolongan medis.    

Kemudian, sekitar pukul 21. 53 Wita, Tim SAR kembali menemukan dua pekerja namun saat ditemukan, kedua pekerja tersebut sudah dalam kondisi tewas. (Antara)

Pewarta: Oleh Amirullah

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014