Rejanglebong,  (Antara) - Kepolisian Resor (Polres) Rejanglebong Bengkulu melarang warga setempat melakukan penutupan total akses jalan utama untuk acara hajatan.

"Fasilitas jalan umum tidak boleh ditutup total, karena itu merupakan hak pengguna jalan. Selain menyusahkan pengguna jalan, penutupan juga berisiko jika sewaktu-waktu terjadi bahaya kebakaran tentunya akan mempersulit mobil pemadam kebakaran yang akan lewat karena tertutup oleh tenda hajatan," kata Kapolres Rejanglebong AKBP Edi Suroso di Rejanglebong, Minggu.

Maraknya acara hajatan di daerah tersebut khususnya setelah lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah yang diwarnai penutupan jalan umum, kata dia, baik yang dilaksanakan di pinggiran jalan kampung juga dilakukan di pinggir jalan kabupaten dan provinsi.

Keluhan ini pun tidak saja dialami oleh warga biasa, namun juga dialami dirinya ketika akan bepergian ke suatu tempat dan harus memutar melalui jalan-jalan lorong lantaran jalan utamanya diblokir karena ada tenda hajatan.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab Rejanglebong guna mengatasi permasalahan tersebut, mengingat selama ini tidak ada izin penggunaan jalan untuk kegiatan hajatan dan pihaknya hanya memberikan izin keramaian yang diberikan karena rekomendasi dari pihak RT, kelurahan dan kecamatan.

"Mereka cuma mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian, itu pun diberikan karena ada rekomendasi mulai dari RT hingga kecamatan, sedangkan untuk izin penggunaan jalannya tidak ada sama sekali. Kalau pun mereka mengajukannya jelas tidak diperbolehkan menutupnya secara total," katanya.

Sementara itu, menurut Syamsul (34) warga Kecamatan Curup Tengah, di daerahnya saat ini musim orang nikahan. Akibatnya akses jalan provinsi di daerah itu tertutup total oleh tenda hajatan yang dipasang tiga sampai empat hari selama hajatan dilaksanakan.

"Keluhan ini sudah berulangkali kami sampai kepada pihak kelurahan, agar warga yang bermukim di pinggiran jalan utama yang akan melaksanakan hajatan dengan menggelar organ tunggal supaya tidak menutup total jalanan," katanya.

"Kalau di tutup total pengguna jalan akan kesulitan lewat, namun keluhan kami tidak digubris pemerintah daerah terbukti acaranya sekarang malah tambah banyak dan dilaksanakan mulai dari siang hingga malam hari," ujarnya. ***1***


Pewarta: Oleh Nur Muhamad

Editor : Triono Subagyo


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014