Provinsi Bengkulu dapat alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada 2023 sebanyak 394.172 kiloliter.
 
"Untuk kuota BBM subsidi pada 2023 Provinsi Bengkulu mendapatkan 105.696 kiloliter jenis Bio Solar dan 288.476 kiloliter jenis Pertalite," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu Mulyani di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin.
 
Ia mengatakan bahwa alokasi kuota BBM subsidi 2023 menurun sekitar 12 persen jika dibandingkan pada 2022. Pada tahun lalu  jenis Bio Solar dialokasikan 119.588 kiloliter dengan selisih 13.892 kiloliter dan jenis Pertalite 235.179 kiloliter dengan selisih 52.757 kiloliter dibanding tahun ini.
 
Mulyani menyebutkan pada akhir Januari 2023 Pertamina mengupayakan untuk menerapkan My Pertamina bagi kendaraan yang ingin mendapatkan BBM subsidi. Jika pada penggunaan My Pertamina terdapat kekurangan BBM subsidi, maka pihaknya akan mengajukan penambahan kuota ke BPH Migas.
 
Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengajukan kuota BBM subsidi untuk 2023 sebesar 721.000 kiloliter Bio Solar dan 577.000 kiloliter Pertalite.
 
"Pemprov Bengkulu telah mengusulkan penambahan BBM subsidi untuk 2023 dan usulan tersebut telah disampaikan ke pemerintah pusat," ujar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.
 
Pengajuan kuota untuk 2023 meningkat dari jumlah realisasi penyaluran BBM subsidi ke Provinsi Bengkulu yaitu sekitar 119.588 kiloliter Bio Solar dan 235.719 kiloliter Pertalite.
 
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mencukupi kebutuhan BBM selama 2023 pemerintah dan Pertamina akan melakukan pengawasan terkait pendistribusian BBM.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023