Petani Badui Kabupaten Lebak, Provinsi Banten memasuki musim panen raya padi huma yang dikembangkan di lahan darat sehingga mampu menyumbangkan ketersediaan pangan masyarakat adat itu.
"Kami merasa lega panen padi huma seluas satu hektare itu dengan kondisi baik dan tidak terserang hama penyakit," kata Santa (55), seorang petani warga Badui, Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Kamis.
Petani Badui pedalaman Kabupaten Lebak kini sibuk memasuki musim panen padi huma dan berlangsung sampai dua pekan ke depan.
Mereka memanen padi huma di kawasan tanah hak ulayat adat juga kawasan luar adat, seperti di Leuwidamar, Sobang, Cirinten, Cileles, Muncang, Gunungkencana dan Bojongmanik.
Baca juga: Perkampungan Badui Dalam tertutup bagi wisatawan selama Kawalu
Baca juga: Tetua adat bangga Presiden Jokowi gunakan busana Badui
"Kami merasa lega panen padi huma seluas satu hektare itu dengan kondisi baik dan tidak terserang hama penyakit," kata Santa (55), seorang petani warga Badui, Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Kamis.
Petani Badui pedalaman Kabupaten Lebak kini sibuk memasuki musim panen padi huma dan berlangsung sampai dua pekan ke depan.
Mereka memanen padi huma di kawasan tanah hak ulayat adat juga kawasan luar adat, seperti di Leuwidamar, Sobang, Cirinten, Cileles, Muncang, Gunungkencana dan Bojongmanik.
Baca juga: Perkampungan Badui Dalam tertutup bagi wisatawan selama Kawalu
Baca juga: Tetua adat bangga Presiden Jokowi gunakan busana Badui
Masyarakat Badui untuk panen padi huma di luar tanah hak ulayat adat dengan sistem menyewa lahan milik Perum Perhutani maupun lahan orang lain.
"Kami panen raya padi huma tahun 2023 dari tanam Oktober 2022, karena menggunakan benih lokal dengan masa panen selama enam bulan," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan, panen raya padi huma di wilayahnya di Kecamatan Gunungkencana hingga puluhan hektare di lahan milik Perum Perhutani dengan petani Badui mencapai ratusan orang.
"Kami panen raya padi huma tahun 2023 dari tanam Oktober 2022, karena menggunakan benih lokal dengan masa panen selama enam bulan," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan, panen raya padi huma di wilayahnya di Kecamatan Gunungkencana hingga puluhan hektare di lahan milik Perum Perhutani dengan petani Badui mencapai ratusan orang.
Masyarakat Badui menempati lahan milik negara itu untuk dijadikan areal pertanian tanaman padi huma dengan sistem tumpang sari bersama tanaman sayuran, palawija dan tanaman keras.
"Kami merasa bersyukur hasil panen padi huma tidak terserang hama, karena curah hujan sejak Desember 2022 lalu cukup tinggi hingga menyuburkan lahan pertanian," kata Santa.
Begitu juga Kubil (50) seorang petani Badui warga Kadu Ketug Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak mengaku panen padi huma tahun ini cukup bagus karena didukung curah hujan tinggi
"Kami merasa bersyukur hasil panen padi huma tidak terserang hama, karena curah hujan sejak Desember 2022 lalu cukup tinggi hingga menyuburkan lahan pertanian," kata Santa.
Begitu juga Kubil (50) seorang petani Badui warga Kadu Ketug Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak mengaku panen padi huma tahun ini cukup bagus karena didukung curah hujan tinggi
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023