Rejanglebong (Antara) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, menemukan 14 potensi pariwisata baru di daerah itu, sehingga bisa dijadikan objek untuk menarik wisatawan.

"Dari pendataan di lapangan saat ini diketahui jumlah potensi wisata baru yang ditemukan 14 lokasi, dua lainnya sudah dikelola yakni objek wisata pemandian Suban Air Panas di Kecamatan Curup Timur dan Danau Mas Harun Bestari, sedangkan 14 potensi wisata lainnya belum dikelola," kata Kepala Bidang Usaha Sarana Pariwisata  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rejanglebong, Kaharjo di Rejanglebong, Kamis.

Potensi pariwisat di daerah tersebut, kata dia, belum dikelola karena tidak adanya anggaran untuk pembukaan serta pembangunan sarana serta prasarana pendukung kawasan wisata. Pada hal jika sejumlah potensi wisata ini dikelola berpeluang menjadi salah satu sumber PAD bagi daerah itu.

Ke-14 potensi wisata baru yang ada di daerah ini, tambah dia, diantaranya Danau Bermanie atau Danau Talang Kering di Kecamatan Curup Utara dengan luasan mencapai 500 meter persegi. Air terjun Talang Rimbo di Kecamatan Curup Tengah dengan ketinggian 10 meter. Air panas Desa Tempel Rejo Kecamatan Curup Selatan dengan luasan 1.000 meter persegi.

Selanjutnya Monumen Perjuangan Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara dengan luasan 2.500 meter persegi, air terjun panas di Kecamatan Sindang Dataran dengan ketinggian 12 meter. Air terjun Desa Cahaya Negeri dan air terjun Desa Kepala Curup di Kecamatan Binduriang dengan ketinggian 12 dan 10 meter. Air terjun Desa Beringin Tiga Kecamatan Sindang Kelingi yang memiliki ketinggian 15 meter.

Kemudian danau buatan di Kecamatan Padang Ulak Tanding dengan luasan mencapai 1.500 meter persegi, air terjun Curup Beraput dan air terjun Sungai Napal di Kecamatan Sindang Beliti Ulu dengan ketinggian 18 dan 10 meter. Selanjutnya air terjun Curup Embun dan air terjun Angin Lubuk Mumpo dengan ketinggian masing-masing 15 meter serta air terjun Dan Gua La ddi Kecamatan Sidang Beliti Ilir yang memiliki ketinggian 10 meter.

Proposal pengembangan potensi pariwisata yang ditemukan di daerah itu kata dia, sudah mereka ajukan ke pemkab setempat, Pemprov Bengkulu serta ke pemerintah pusat namun sejauh ini belum ada tanggapan.

Sedangkan untuk dua potensi pariwisata di Rejanglebong yang sudah dimanfaatkan tambah dia, saat ini menjadi salah satu kawasan wisata unggulan, dimana pada tahun ini ditargetkan mampu menyumbangkan PAD sebesar Rp191 juta dan sudah terealisasi mencapai Rp142 juta .

"Pemungutan PAD di kawasan wisata Suban Air Panas dan DMHB ini diatur dalam Perda Nomor 30 Tahun 2011 tentang Retribusi Rekreasi dan Sarana Olaharga. Dimana besaran retribusi yang dikenakan kepada pengunjung di DMHB Rp3.000 untuk orang dewasa dan anak-anak Rp2.000, dan untuk di Suban Air Panas tiket orang dewasa Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000," ujarnya.***2***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014