Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memenuhi janjinya untuk tampil dengan kejutan di debat keempat Minggu (21/1) malam, yaitu menambahkan karakter anime "One Piece" pada busana yang dia kenakan.

Malam itu Gibran tampil dengan lambang-lambang yang erat kaitannya dengan budaya populer dan juga karakter-karakter manga dan anime kesukaannya, yaitu "One Piece" dan "Naruto".

Pengamat mode dari Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria kepada ANTARA, Senin, melihat logo-logo tersebut tak hanya sekadar logo, namun, mengandung pesan tertentu.

Baca juga: Mahfud sebut pertanyaan Gibran receh dan bagian dari gimik

Pin mini khas bajak laut topi jerami atau akrab disapa bajak laut mugiwara dari "One Piece" menjadi pembuka tampilan Gibran di debat tersebut dan pada segmen-segmen berikutnya dia pun tampil dengan jaket berlogo klan Uzumaki yang merupakan klan Naruto dalam anime "Naruto".

Logo klan Uzumaki dapat menunjukkan beberapa hal, salah satunya sebagai simbol keinginan Gibran melanjutkan program-program Presiden Joko Widodo, seperti karakter Boruto, anak Naruto, yang ingin melanjutkan perjuangan ayahnya.

Di samping itu, Gibran diketahui menyukai Naruto dan mungkin hal itu juga melatarbelakangi dia untuk memasang logo klan Uzumaki di jaketnya.

"Naruto ini kan sering diremehkan, dikerdilkan, namun, mampu menjadi pemimpin. Mungkin maksudnya dia (Gibran) ingin membuktikan bahwa yang meremehkannya kelak akan tahu bahwa Gibran memiliki kemampuan untuk menjadi wakil presiden," kata Lisa.
 
Sementara itu, pin bajak laut topi jerami dari "One Piece" disebut Lisa sebagai cara Gibran menekankan pesan soal program hilirisasi salah satunya terkait maritim.

Baca juga: TPN Timur Tengah nilai sikap Gibran tak sopan di debat keempat

Dalam "One Piece" karakter utama bernama Luffy bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut yang dapat menguasai lautan. Pesan serupa juga ingin disampaikan Gibran bahwa dalam kepemimpinannya maritim Indonesia akan dijaga kedaulatannya.

"Kenapa dia pakai pin bajak laut? Itu mungkin maksudnya maritim kita akan dijaga. Jadi, siapa pun yang menyenggol teritorinya itu mungkin akan dilawan," kata Lisa.

Lisa juga menilai penggunaan logo-logo yang erat dengan generasi 90-an dan generasi Z itu juga menjadi cara Gibran berkomunikasi dan menggaet para pemilih muda.

"Memang kalau dilihat generasi 90an itu eye catching (menarik perhatian), memang masih masuk untuk mewakili komunikasi generasi muda. Memang secara keseluruhan konsep dan tampilannya sama tapi dengan ada pin itu orang jadi menyorot dan pendukung-pendukungnya juga melihat hal itu," kata Lisa.


Gibran masih tampil dengan gaya andalannya yaitu tampilan kasual memadukan kemeja biru langit dan juga celana hitam lengkap dengan sneakers-nya.

Dalam debat-debat sebelumnya, kemeja dengan warna biru langit yang dipilih calon presiden dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran dinilai menguatkan makna kesetiaan, keterbukaan, dan kebebasan sesuai dengan pesan politik yang ingin diusungnya.
 
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (kiri) berbincang dengan Ketua TKN Rosan Roeslani saat jeda Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Debat Keempat Pilpres 2024 mengangkat tema terkait pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa. ANTARA FOTO//M Risyal Hidayat/tom (Antara Foto/M Risyal Hidayat)


Di samping itu, gaya kasual dan sederhana juga merupakan gaya andalan generasi muda masa kini.

KPU RI telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.

Selepas debat pertama pada 12 Desember 2023, debat kedua 22 Desember 2023, dan debat ketiga 7 Januari 2024, KPU menggelar debat keempat yang mempertemukan para cawapres.

Tema debat keempat meliputi energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat.

Pewarta: Livia Kristianti

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024