Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencatatkan surplus beras meski sempat mengalami penurunan produksi gabah kering panen pada tahun 2023 menjadi 40 ribu ton dari 60 ribu ton pada tahun sebelumnya, dampak dari El Nino.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko Elxandi Utria Dharma di Mukomuko, Rabu, mengatakan Mukomuko mencatat surplus beras meskipun produksi gabah menurun.

"Produksi gabah tahun 2023 turun karena dampak El Nino, tetapi yang terkena dampak El Nino kan bukan hanya kita tetapi nasional," kata dia menjelaskan tidak hanya Mukomuko yang terdampak fenomena cuaca kering tersebut.

Elxandi mengatakan konsumsi beras per kapita di daerah ini mencapai 9,2 kilogram per tahun, dengan asumsi jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa. Dengan produksi gabah tahun 2022 sebesar 60 ribu ton, surplus beras mencapai sekitar 18 ribu ton.

Sementara itu, produksi gabah tahun 2023 sebesar 40 ribu ton, dengan konversi menjadi beras sebanyak 24 ribu ton, masih mencatat surplus sebesar 6.000 ton.

Namun, kata dia, harga beras di daerah ini mengalami kenaikan pada bulan Februari tahun ini, naik dari Rp13 ribu menjadi Rp14 rib per kilogram, seiring dengan kenaikan harga gabah kering panen dari Rp6 ribu menjadi Rp7 ribu per kilogram.

Pemerintah daerah akan mengambil langkah dengan melakukan gerakan pangan murah jenis beras untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah ini, memastikan keberlangsungan ketersediaan beras bagi masyarakat.

Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024