Bengkulu (Antara) - Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah mengatakan masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta fasilitas dasar bidang pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di 10 kabupaten dan kota di wilayah itu.

Saat upacara peringatan hari ulang tahun ke-47 Provinsi Bengkulu yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu, Gubernur mengatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) masih diarahkan untuk pembangunan infrastruktur.

"Infrastruktur kita baik jalan dan jembatan, infrastruktur fisik pendidikan dan kesehatan masih tertinggal dibanding daerah lain," kata Gubernur.

Karena itu, dalam APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp2,2 triliun, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran belanja modal mencapai 55 persen dan sebesar 45 persen untuk belanja pegawai.

Lebih tegas dia mengatakan bahwa dalam belanja modal, anggaran pembangunan infrastruktur sebesar 30 persen, pendidikan 20 persen dan kesehatan sebesar 10 persen.

Angka ini menurut Gubernur masih tergolong tinggi dibandingkan dengan perbandingan APBD di tingkat kabupaten dan kota yang mencapai 70 persen untuk belanja pegawai dan hanya 30 persen untuk belanja modal.

"Karena itu perlu dipertimbangkan lagi untuk penerimaan calon pegawai negeri baru, jangan sampai membebani APBD," ucapnya.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akan habis masa jabatannya pada akhir November 2015 berpesan kepada pejabat yang akan melanjutkan pemerintahan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar tersebut.

Kepada masyarakat, Gubernur Junaidi berpesan untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2015.

"Pilkada yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk melanjutkan roda pemerintahan," ujarnya.

Upacara peringatan HUT ke-47 Provinsi Bengkulu diikuti seluruh pejabat daerah dan tokoh masyarakat serta perwakilan mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat.

Seorang warga Bengkulu, Noca Almansyah mengharapkan dalam usia ke-47 tahun, pemerintah melakukan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat perdesaan.

"Banyak daerah yang belum tersentuh aliran listrik, jalan dan jembatan yang belum permanen," katanya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur ke sentra-sentra produksi juga perlu ditingkatkan untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Provinsi Bengkulu berdiri pada 18 November 1968, setelah dimekarkan dari Provinsi Sumatera Selatan.***3***

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015