Lubuklinggau (Antara) - Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan menjadi tuan rumah kegiatan jejak tradisi daerah dari tiga provinsi yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu, untuk mengenali keunikan budaya Kota Lubuklinggau.

Kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) itu dilakukan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, untuk melestarikan pengembangan budaya daerah, kata Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, Jumhari  di Lubuklinggau, Senin.

Ia mengatakan kegiatan yang dibuka Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe itu salah satu usaha pelestarian dan pengembangan budaya daerah yang selama ini belum pernah terungkap dan terancam punah, khususnya keunikan budaya yang ada di Kota Lubuklinggau.

Selain itu sebagai media pembelajaran bagi para peserta kegiatan, terutama dalam rangka mengenali berbagai keunikan yang mengemuka dari aspek-aspek kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Kota Lubuklinggau.

Sedangkan peserta kegiatan Jetrada itu adalah para siswa SLTA Sederajat yang berasal dari tiga wilayah kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan.

Peserta kegiatan itu seluruhnya tercatat 90 orang terdiri atas siswa SLTA Sederajat dan Guru Pendamping, untuk peserta dari Sumatera Selatan sebanyak 40 orang, Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing 25 orang dan  akan berlangsung selama tiga hari hingga 20 April 20.

"Setiap perwakilan SLTA Sederajat ada empat orang siswa dan satu guru pembimbing disamping utusan dari masing-masing dinas/instansi," jelasnya.

Ketua pelaksana kegiatan Jetrada Eric Syah mengatakan para peserta akan berkunjung ke beberapa lokasi bersejarah dengan mengamati,bersilahturahmi, menulis dan berdiskusi pada beberapa titik kegiatan sesuai tema yang dipilih.

Selain itu para peserta juga ikut berpartisipasi dalam upaya memperkenalkan kekhasan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat daerah mereka masing-masing, baik melalui bahasa, pengetahuan, kebiasaan, kesenian dan berbagai bentuk tradisi yang terus dikembangkan oleh daerah-daerah peserta.

Kegiatan itu berlokasi di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, karena masyarakat dan budaya nya masih bertahan dan eksis serta  mampu berkontribusi dalam mewujudkan kemapanan tatanan kehidupan sosial budaya masyarakat Lubuklinggau secara keseluruhan dimasa yang akan datang.

Menurut dia kegiatan itu merupakan hal positif dan strategis untuk dilakukan, terutama dalam rangka mengenali, melestarikan serta mewariskan nilai-nilai kearifan lokal masyrakat Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan yang mengemuka dari berbagai aspek kebudayaan (tradisi) yang dimiliki oleh masyarakatnya.

Setelah kegiatan itu selesai pesertanya akan membuat naskah laporan kegiatan,kemudian pelaksanaanya di dokumentasi, baru dipilih peserta terbaik yang akan diikutkan dalam kegiatan Jejak Tradisi Nasional tahun 2016.

Melalui kegiatan itu diharapkan terciptanya hubungan akrab serta berkelanjutan antara perwakilan siswa SLTA sederajat dari tiga provinsi tersebut, terutama dalam menyebar luaskan spirit kecintaan terhadap kebudayaan.

Selain itu terwujudnya kerjasama yang baik antara BPNB Sumatera Barat dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumsel dan Bengkulu, dalam upaya melakukan kegiatan pelestarian serta pewarisan nilai-nilai kebudayaan daerah, ujarnya.***4***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016