Bengkulu (Antara)  Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar menyoroti sejumlah ruas jalan yang masih rusak parah dan dikhawatirkan mengganggu arus mudik dan balik Lebaran 2016.

Hasil inspeksi lapangan yang dilakukan tim menemukan masih banyak jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang rusak, kata Rusdi di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan kondisi jalan rusak yang akan dilalui pemudik Lebaran 1437 Hijriah mendatang sudah dibahas dalam rapat koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran beberapa hari lalu.

Jalur jalan nasional yang rusak antara lain menghubungkan Bengkulu dengan Provinsi Lampung, tepatnya di wilayah Kabupaten Seluma, dan jalur yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan.

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Barat juga belum selesai pelebaran jalannya, ucapnya.

Selain jalan yang rusak, Rusdi juga mengimbau pemudik mewaspadai ancaman longsor dan banjir di jalur mudik.

Ancaman longsor dan banjir menurutnya perlu diwaspadai bila terjadi hujan deras di wilayah pegunungan, terutama di jalur Bukit Barisan yang menghubungkan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang.

Jalur menuju Kabupaten Lebong juga perlu diwaspadai kalau terjadi hujan lebat karena rawan longsor di tebing sisi jalan, ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu menyebutkan sekitar 65 persen dari 1.562 kilometer jalan provinsi di Bengkulu dalam kondisi rusak berat.

Ruas jalan provinsi yang rusak terebut tersebar di sejumlah kabupaten antara lain, Kabupaten Bengkulu Utara, Rejanglebong, Seluma, Kaur, Bengkulu Tengah, Mukomuko, Lebong dan Kepahiang.

Panjang jalan provinsi yang rusak di wilayah Bengkulu Utara mencapai 572 kilometer, Kabupaten Kepahiang sepanjang 123 kilometer dan Bengkulu Selatan sepanjang 163 kilometer.***1***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016