Bengkulu (Antara) - Masyarakat Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu masih mempertahankan "cencang kertok", yaitu tradisi gotong-royong untuk membeli ternak kerbau untuk mendapatkan daging yang dijadikan berbagai menu saat Idul Fitri.

"Tradisi ini sudah turun temurun dari nenek moyang. Kami bergotong-royong membeli ternak kerbau untuk mendapatkan daging," kata Zuwir, tokoh masyarakat Desa Sungai Ipuh saat dihubungi dari Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan tradisi tersebut digelar dua kali yakni saat menyambut bulan puasa atau Ramadhan dan menyambut hari kemenangan, Idul Fitri.

Ternak yang disembelih adalah jenis kerbau yang dipelihara sendiri oleh kelompok masyarakat di wilayah itu.

"Penyembelihan ternak dilakukan sehari sebelum bulan puasa dan sehari sebelum masuk Lebaran, untu memenuhi kebutuhan daging," ucapnya.

Tradisi ini menurut Zuwir melambangkan sukacita masyarakat menyambut Bulan Suci dan Hari Kemenangan, sekaligus memupuk semangat gotong-royong dan persatuan di masyarakat.

Semangat gotong-royong dipraktikkan dalam pembelian ternak kerbau dengan mengumpulkan uang dari setiap rumah tangga. Ia mencontohkan harga ternak kerbau saat ini mencapai Rp15 juta per ekor.

Maka, sebanyak 75 orang kepala keluarga mengumpulkan dana masing-masing Rp200 ribu untuk mendapatkan daging tersebut.

"Daging dibagi rata dalam cumpukan atau setara sekitar 1,5 kilogram daging kemudian dibagi kepada warga," ucapnya.

Penyembelihan ternak dilakukan secara adat, di mana jantung kerbau diperuntukkan bagi kepala desa atau kepala adat. Kemudian satu cupak atau setara dengan 1,5 kilogram daging diberikan kepada bilal. Sedangkan bagian tulang rawan diberikan kepada petugas pemotong hewan.

Umumnya, daging tersebut dimasak dengan bumbu rendang atau dimasak dengan berbagai bumbu rempah tanpa santan yang disebut warga setempat dengan nama gulai sempede. ***4***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016