Makassar (Antara) - Film "Uang Panai" (Mahar) karya sineas asal Makassar yang mengangkat budaya orang Sulawesi Selatan   diputar serentak di berbagai bioskop Indonesia mulai 25 Agustus.

"Pemutaran perdana film itu di Bioskop XXI, 21, Megaplex dan Sinaplex seluruh Indonesia," ujar Eksekutif Produser Film "Uang Panai" Wachyudi Muchsin di Makassar, Rabu.

Yudi mengungkapkan, pesan dari film yang diangkat dari Budaya Bugis-Makassar ini, mahar bukan segalanya dalam mewujudkan cinta suci dua insan.

"Intinya pesan yang ingin kita sampaikan itu, uang panai bukanlah segala-galanya dalam mewujudkan cinta hingga ke jenjang pernikahan," Katanya.

Film Uang Panai berkisah pemuda bernama Anca yang memperjuangkan cintanya dengan penuh keikhlasan, kepada wanita pujaannya bernama Risna.

Aturan adat istiadat suku Bugis Makassar, mengharuskan Anca membayar uang panai sebesar Rp150 juta saat melamar pacarnya tersebut. Dari sinilah muncul konflik, yang disisipi unsur komedi diperankan Tumming dan Abu.

Berawal dari nominal ini alur film Uang Panai dimulai. Sebab, Anca serta keluarganya merasa tak sanggup menyiapkan uang panai Rp150 juta sesuai pemintaan keluarga Risna.

"Dalam film ini bisa dibedakan antara uang panai, mahar dan sompa," pungkas yudi.

Yudi menyebutkan film dengan genre drama komedi mengisahkan tradisi suku Bugis-Makassar ketika akan melangsungkan pernikahan.

Beberapa tokoh Sulsel, katanya, juga sudah menunggu-nunggu penayangan film uang panai ini di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Bahkan sudah warga Sulsel di tanah rantau telah menjadwalkan nonton bareng. Insya Allah film Uang Panai akan menjadi film mendidik, menghibur dan menarik," sebutnya.

Pemeran tokoh utamanya adalah artis Kota Makassar, Ikram Noer yang berperan sebagai Anca dan Nurfadhillah berperan sebagai Risna. serta komedian Tuming dan Abu.

Artis nasional Katon Bagaskara dan Jane Salimar juga ikut menjadi pemeran dalam film 100 persen karya anak bugis Makassar yang dicanangkan menjadi tonggak sejarah kebangkitan film lokal  ke ranah nasional. ***3***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016