Bengkulu (Antara) - Seluruh sanggar seni dol di Kota Bengkulu mempertanyakan alasan lomba serta penampilan kesenian alat musik tradisional itu ditiadakan saat Festival Tabot pada Oktober 2016.

Ketua Sanggar Dol Rumah Asyura Bengkulu, Medi Kasim, selaku perwakilan dari 46 sanggar, di Bengkulu, Senin, mengatakan setiap tahunnya perlombaan dan pagelaran musik dol merupakan salah satu rangkaian dari Festival Tabot.

"Kami sudah susah payah latihan berbulan-bulan dan tiba-tiba ini ditiadakan, kami akan boikot tidak akan ada kegiatan dol saat festival, termasuk pembukaan dan penutupan tabot," kata dia.

Medi meminta kegiatan musik dol seharusnya tetap ada dalam Festival Tabot karena kegiatan itu sudah melekat dan identik dengan tabot.

"Ada tabot, ya ada pagelaran tari dan itu menyatu dengan dol. Kami mendatangi dinas pariwisata dan dinas pendidikan untuk menanyakan kejelasan status kegiatan dol," kata dia lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Toni Elfian, mengatakan penyelenggara Festival Tabot 2016 tidak lagi di dinas pariwisata, tetapi dialihkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu.

"Festival kali ini dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahkan sampai dengan pengelolaan parkir," ucapnya.

Sedangkan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rosmayetti menjelaskan gelaran seni termasuk musik dol masih dikelola oleh dinas pariwisata.

"Nanti akan saya komunikasikan kembali dengan dinas pariwisata," ujarnya. ***4***

Pewarta: Boyke LW

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016