Jambi (ANTARA Bengkulu) - Dua orang bersaudara yang merupakan penyair cilik Jambi Aulia Murti siswi SD Nurul Ilmi dan Utomo Soconingrat siswa SMPN 1 kota Jambi meluncurkan buku antologi puisi karya masing-masing di Taman Budaya Jambi.

 "Dua penyair cilik kebanggaan warga Jambi yang karyanya sangat monumental bagi perkembangan sejarah Jambi itu, kami buku kan dan lucurkan ke publik," kata penyair dan dramawan Jambi pimpinan pengelola Poets Family, EM Yogiswara, di Jambi, Jumat.

Buku antologi yang diluncurkan oleh Teater Art in Revolt (AiR) Jambi bekerja sama dengan Taman Budaya Disbudpar dan Disdik Jambi serta 5AW fotografi tersebut masing-masingnya memuat 45 judul puisi karya kedua siswa yang dikarang dalam rentang waktu dari 2010 hingga 2012.

Antologi puisi Utomo Soconinggrat diberi judul "Tuhan Menegur Kita" sedang antologi puisi Aulia Murti diberi judul "Mata Air Surga" diterbitkan oleh penerbit Bukupop Jakarta, yang keduanya diambil dari judul salah satu puisi keduanya yang termasuk dalam antologi mereka.

"Proses penciptaan puisi oleh kedua penyair cilik dilakukan sendiri oleh keduanya meskipun mereka bersaudara dan kami adalah orang tuanya tapi tidak diperbolehkan ikut campur proses kreatif mereka saat berkarya," kata EM Yogiswara yang juga penyair handal Jambi tersebut.

Hal serupa diakui Nanang Sunarya, Kepala SMPN 1 Kota Jambi yang berkesempatan hadir dan menerima penyerahan buku antologi tersebut kepada pihak sekolah oleh penulis cilik tersebut.

"Utomo memang luar biasa, tidak saja kreatif dalam merangkai kalimat sastra menjadi puisi tapi juga memiliki konsep berfikir yang logis dan idealis, dia samsekali tidak mau dicampuri oleh para guru ketika tengah merangkai karya," tegas Nanang.

Sementara akademisi bahasa dan sastra dari FKIP Universitas Jambi yang juga penyair Jambi DR Sudaryono menilai, puisi kedua penyair cilik yang menjadi cikal bakal kecemerlangan dunia Sastra Jambi di masa depan tersebut tidak perlu diragukan lagi.

Menurut dia, tidak hanya sajian pengolahan bahasa sastra yang sangat mumpuni, namun kandungan nilai dan makna dari setiap puisi yang ditampilkannya itu juga dinilai sangat luar biasa melebihi umurnya dimana Utomo sendiri baru berumur 12 tahun Kelas X dan Aulia, 10 tahun kelas IV.

"Pengakuan publik tersebut juga telah dibuktikan dalam berbagai ajang perlombaan cipta dan baca puisi tingkat nasional yang digelar oleh pemerintah pusat maupun daerah," ujar dia.

Di tingkat nasional keduanya adalah pemenang satu dan dua pada lomba kreatifitas pelajar di Istana Tapak Siring Bali yang hadiah serta piagamnya diserahkan langsung oleh presiden RI SBY pada 2010 lalu, tahun 2012 ini pun keduanya kembali menjadi duta Jambi pada ajang lomba serupa namun dalam kategori berbeda yakni SD dan SMP, ungkapnya.

Bagi Utomo, antologi Tuhan Menegur Kita adalah buku keduanya setelah pada 2010 dua juga telah meluncurkan antologi tunggalnya "Dua Pintu Kita" yang juga digelar di Taman Budaya Jambi. (ANT)

Pewarta:

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012