Rejang Lebong (Antara) - Intensitas kegempaan yang terjadi di Gunung Api Bukit Kaba di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir mengalami peningkatan.

Menurut keterangan petugas pengamat Gunung Api Bukit Kaba, yang terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang di Rejang Lebong, Sigit Widianto, Jumat, peningkatan intensitas kegempaan Gunung Api Bukit Kaba ini terjadi sejak Kamis (18/5).

"Intensitas kegempaan ini mulai terjadi peningkatan sejak Kamis kemarin sampai Jumat dini hari dan kemudian turun lagi," katanya.

Meningkatnya intensitas gempa vulkanik yang terjadi di Bukit Kaba tersebut, kata dia, sejauh ini tidak dirasakan oleh kalangan masyarakat di daerah itu karena di bawah satu skala richter.

Dalam penghitungan jumlah gempa vulkanik yang dilakukan oleh petugas dengan melihat data dari alat ukur gempa seismograp yang ada di pos pengamatan Bukit Kaba. Jika keadaan sedang normal maka selama 24 jam berkisar antara 30-40 kali gempa.

Namun saat terjadi peningkatan jumlah gempa pada Hari Kamis Sigit mencapai 131 kali. Kemudian sejak Jumat dini hari mulai mengalami penurunan. Sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB hanya terjadi sebanyak 20 kali gempa.

Kendati sempat terjadi peningkatan gempa, namun dirinya memastikan status Gunung Api Bukit Kaba saat ini masih normal. Meski demikian dia mengimbau kalangan pedaki agar tidak mendekati kawah gunung yang memiliki ketinggian 1.938 mdpl tersebut karena dikhawatirkan ada peningkatan gas dari kawah itu.

"Kami sudah melaporkan adanya peningkatan kegempaan Bukit Kaba ke pusat dan disuruh berkoordinasi BPBD Rejang Lebong guna mencegah adanya pendaki mendekati kawah. Sedangkan dari pemantauan kami di kawah Gunung Api Bukit Kaba saat ini tidak ada perubahan," ujarnya. ***4***

Pewarta: Nur Muhammad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017