Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu menargetkan program peremajaan atau replanting kelapa sawit yang tidak produktif seluas 750 hektare pada tahun 2026.

"Untuk tahun 2026 ini, target kita seluas 750 hektare, dan sudah ada tiga kelompok yang sudah mengajukan melalui aplikasi online," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Hari Mastaman di Mukomuko, Rabu.

Namun, dari tiga kelompok tani itu, masih banyak untuk lakukan perbaikan persyaratan. Jadi, sampai sekarang ini instansinya masih menunggu perbaikan dari kelompok.

Perbaikan-perbaikan itu, kata dia, seperti kartu tanda penduduk (KTP) yang tidak jelas wajahnya, atau scan yang tidak jelas, lalu baru ada beberapa surat-surat penyataan yang belum dilengkapi.

Meskipun sudah ada tiga kelompok tani yang mengajukan program peremajaan tahun ini, kata dia, namun luas lahan yang diajukan belum sampai 750 hektare, atau baru sekitar 300 hektare.

Tiga kelompok tani yang mengajukan program peremajaan kelapa sawit tersebut tersebar di Kecamatan Teras Terunjam, Kecamatan Penarik, Kecamatan Sungai Rumbai, dan Kecamatan Ipuh. 

Kemudian, dari tiga kelompok tani ini, ada kelompok tani yang berada dalam satu lokasi, dan lokasinya terpisah, lalu ada juga kelompok tani yang memakai koperasi dan ada yang pakai kelompok tani.

Selanjutnya, kelompok tani ini harus berusaha keras untuk melengkapi persyaratan program ini, dan instansinya tetap menunggu.

"Selain tiga kelompok tani, sudah ada warga yang menelepon soal program ini, cuma belum sampai buktinya," katanya.

Dia mengatakan, tahun ini ada kewajiban kelompok tani yang mendapatkan program peremajaan kelapa sawit tahun 2026 yang diminta pemerintah adalah kewajiban penanaman padi gogo di lahan sawit.

Sedangkan anggaran untuk mendapatkan program peremajaan sawit tahun ini sebesar Rp60 juta per hektare, dan dari Rp60 juta ini sebesar Rp8 juta untuk penanaman padi gogo.

Sementara itu, Kabupaten Mukomuko sejak beberapa tahun terakhir mendapatkan program peremajaan sawit seluas 3.000 hektare, dan dari lahan seluas itu sekitar 2.000 hektare sudah menghasilkan. 

 

 

Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026