Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat realisasi penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat mencapai Rp280 juta per bulan.
Ketua Baznas Rejang Lebong Ahmad Supani saat dihubungi di Rejang Lebong, Rabu, menyatakan tren penghimpunan dana umat di wilayah tersebut terus menunjukkan grafik peningkatan yang positif dari tahun ke tahun.
"Perkembangan penghimpunan dana ZIS terus mengalami peningkatan. Terhitung Januari hingga April 2026 ini, rata-rata ZIS yang dihimpun sudah mencapai Rp280 juta per bulan," kata dia.
Dia menjelaskan, perolehan tersebut mengalami lonjakan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu, di mana penerimaan ZIS per bulannya saat itu hanya berkisar antara Rp105 juta hingga Rp110 juta.
Peningkatan ini, kata dia, mulai terlihat sejak Mei 2025 dengan mengantongi Rp130 juta hingga Rp180 juta per bulan, hingga akhirnya terus merangkak naik dan stabil di angka rata-rata Rp280 juta per bulan pada awal tahun ini.
"Secara akumulatif, total ZIS yang berhasil kami himpun sepanjang tahun 2025 lalu mencapai Rp2,6 miliar. Sementara untuk tahun berjalan 2026 ini, posisinya sudah melewati angka Rp1 miliar," terangnya.
Menurut dia, potensi ZIS di Kabupaten Rejang Lebong masih sangat besar dan berpeluang untuk terus dioptimalkan, khususnya jika seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan pemerintah daerah setempat menyalurkan zakat profesinya melalui Baznas.
Berdasarkan data yang dimilikinya, saat ini terdapat sekitar 3.000 ASN berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.800 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Rejang Lebong yang potensial menjadi muzaki (pembayar zakat) aktif.
"Jika seluruh PNS dan PPPK ini berkomitmen membayar zakat 2,5 persen dari penghasilannya, kami optimistis penghimpunan dana zakat di Rejang Lebong bisa menyentuh angka Rp700 juta setiap bulannya," tambah dia.
Dia berharap, ke depan mekanisme pembayaran zakat 2,5 persen ini dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem pemotongan gaji langsung yang bekerja sama dengan Bank Bengkulu, namun harus dituangkan dalam MoU.
Dana ZIS dihimpun pihaknya setiap bulan telah dialokasikan untuk program bedah rumah tidak layak huni, pemberian santunan kepada anak yatim, penanganan darurat bantuan korban bencana alam dan kebakaran, serta program bantuan sosial lainnya.
Ke depan, Baznas Rejang Lebong akan memperluas bantuan yang menyasar sektor keagamaan dan kemandirian ekonomi, di antaranya dukungan syiar Islam dan pelaksanaan MTQ, pembangunan fasilitas sarana air bersih, pemberdayaan sektor UMKM, hingga rencana pendirian rumah produktif bagi anak-anak yatim.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026