Bengkulu (Antaranews Bengkulu) - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu Letnan Kolonel Laut (P) Agus Izudin mengingatkan warga yang bermukim di wilayah pesisir Bengkulu untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke laut.

"Kalau sampah plastik dibuang ke laut dan dimakan ikan, kemudian kita ikut makan ikannya maka kita bisa terkena kanker," kata Agus di sela-sela aksi bersih Pantai Jakat di Bengkulu, Sabtu.

Aksi bersih-bersih pantai dalam rangka Hari Dharma Samudera 2018 itu diikuti ratusan pelajar, kelompok masyarakat hingga perwakilan aparatur pemerintah daerah.

Pembersihan Pantai Zakat yang dipenuhi sampah plastik dan sampah organik lainnya menurut dia bagian dari sumbangsih dan bhakti TNI AL guna melestarikan pesisir.

Ia berharap aksi ini bisa menjadi budaya masyarakat di sekitar pesisir dengan membersihkan laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Termasuk bagi para pedagang makanan di sepanjang Pantai Zakat, ia mengimbau untuk tidak membuang sampah ke laut.

Kegiatan bersih pantai yang digelar Lanal Bengkulu itu cukup unik sebab para peserta pengumpul sampah terbanyak akan mendapat hadiah.

Hasil pengumpulan sampah yang berlangsung selama 60 menit, tim dari SMK 4 Pelayaran Kota Bengkulu berhasil tampil sebagai juara.

Bobot sampah plastik yang terkumpul dari aksi itu mencapai 422 kilogram. Sedangkan sampah organik seperti kayu dan batok kelapa dibakar di tepi pantai yang menjadi salah satu objek wisata andalan Bengkulu itu.

Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap 15 Januari, merupakan upacara untuk memperingati peristiwa heroik yang terjadi di Laut Aru pada 15 Januari 1962.

Saat itu terjadi pertempuran laut yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI AL yakni Kapal Perang RI Macan Tutul, RI Harimau dan RI Macan Kumbang menghadapi kapal perang kerajaan Belanda yang lebih modern dan canggih.

Komodor Yos Sudarso yang saat itu menjabat sebagai Deputi Kasal, on board di atas RI Macan Tutul sebagai Senior Officer Present Afloat (Sopa) bersama awak kapal perang RI Macan Tutul guna melakukan misi operasi Dwikora pembebasan Irian Barat. Namun pada peristiwa tersebut, beliau akhirnya gugur sebagai kusuma bangsa. 

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Riski Maruto


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018