London (Antaranews Bengkulu) - Jack Wilshere tidak akan ambil bagian dalam pertandingan persahabatan Inggris melawan Belanda pada Jumat karena mengalami cedera lutut, tetapi ia bisa fit menghadapi Italia pekan depan, kata manajer Gareth Southgate.

Gelandang Arsenal berusia 26 tahun itu membuat penampilan terakhirnya saat Inggris dikalahkan Islandia di Euro 2016, tetapi tampil mengesankan untuk klubnya musim ini setelah dipinjamkan ke Bournemouth musim ini.

Wilshere belum pergi ke Amsterdam.

"Itu bukan cedera khusus dan seiring waktu mereka akan dipantau setelah beristirahat selama beberapa hari," Southgate mengatakan kepada wartawan pada Kamis.

"Kami berharap masalah itu akan cukup cepat diselesaikan. Ini masalah berkelanjutan dan itu bukan sesuatu yang baru baginya. Dia sangat kecewa tidak terlibat dalam pertandingan.

"Dia terlatih dengan baik tetapi jika Anda berpikir tentang perjalanan yang dia lakukan dalam dua tahun terakhir dan cedera yang besar maka dia berkembang dengan sangat baik."

Wilshere, yang telah 34 kali memperkuat Inggris, telah mengalami cedera pergelangan kaki sepanjang karirnya.

Pemain lini tengah Inggris in hanya satu-satunya opsi bagi Southgate dalam menyusun timnya untuk Piala Dunia.

Penjaga gawang pilihan, Joe Hart, juga tengah berjuang meningkatkan performanya dalam tim utama sepak bola dan Southgate bisa melirik Jack Butland di Stoke City, pemain Everton Jordan Pickford, atau Nick Pope dari Burnley saat melawan Belanda.

Hart mengakui dia menghadapi persaingan.

"Sejak Gareth ikut dimainkan, dia selalu mengatakan saya telah tampil sangat baik untuknya. Dia tampak seperti orang yang setia tetapi posisi itu tetap harus diperebutkan," katanya.

Southgate sering ditanya pula tentang kekhawatiran keamanan bagi para penggemar Inggris di Rusia pada musim panas ini sehubungan dengan ketegangan diplomatik diantara kedua negara.

"Jika saya adalah seorang penggemar, saya akan (pergi ke Rusia)," katanya. "Saya telah menghabiskan beberapa waktu di Rusia dan merasa sangat nyaman di sana.

"Tapi untuk setiap individu, terserah pada mereka apa yang ingin mereka lakukan".

Jajaran menteri pemerintahan dan anggota keluarga kerajaan tidak akan menghadiri turnamen yang dimulai pada 14 Juni itu.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menuduh Rusia terlibat dalam upaya meracuni bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia dengan serangan gas saraf di Salisbury bulan ini. Rusia membantah terlibat.

Southgate mengharapkan fokus berada di sepak bola, bukan politik, begitu turnamen Piala Dunia dimulai.

"Saya berada di Rusia tahun lalu untuk Piala Konfederasi dan ada sekitar 15.000 penggemar dari Chile," katanya.

"Ada atmosfir luar biasa di stadion. Rasanya seperti Piala Dunia lain yang pernah saya kunjungi."

Pewarta: -

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018