Rejang Lebong (Antaranews Bengkulu) - Pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan anak yang menjadi korban kekerasan harus diselamatkan.

"Tindakan penyelamatan anak yang menjadi korban tindak kekerasan dilakukan dalam bentuk fisik maupun non fisik, misalnya tidak dibuly, karena berbahaya terhadap perkembangan psikis mereka nantinya," kata Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A-PPKB) Rejang Lebong, Heri Wartono saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.

Sejauh ini anak yang menjadi tindak kekerasan, kata dia, kerap di"buly" oleh teman-temannya dan bahkan dilakukan melalui media sosial, akibatnya anak korban ini akan minder karena merasa dipermalukan.

Untuk itu, dia mengimbau kalangan anak-anak di Rejang Lebong maupun pihak lainnya seperti media massa agar menjaga identitas anak yang menjadi korban tindak kekerasan ini sehingga tidak memengaruhi psikis mereka.

Sementara itu, angka kekerasan terhadap anak yang terjadi dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong sepanjang 2017 mencapai 106 kasus dengan rincian kekerasan fisik sebanyak 96 kasus, psikis satu kasus, kekerasan seksual dua kasus, perdagangan manusia enam kasus, penelantaran tujuh kasus dan eksploitasi anak tidak ada kejadian.

Jumlah kekerasan terhadap anak ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yang hanya terjadi 79 kasus, dengan rincian fisik 74 kasus, psikis tidak ada kejadian, kekerasan seksual empat kasus, perdagangan manusia satu kasus, penelantaran dan eksploitasi anak tidak ada kejadian.

"Sedangkan tahun 2018 ini untuk kasus kekerasan anak belum ada kejadian, yang ada baru kekerasan terhadap perempuan atau KDRT sebanyak 14 kasus," ujarnya.

Banyaknya kejadian kekerasan terhadap anak maupun perempuan yang terjadi di daerah itu tambah dia, karena mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian yang terjadi dilingkungan mereka kepada petugas kepolisian maupun pihak DP3A-PPKB setempat.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018