Rejang Lebong (Antaranews Bengkulu) - Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan dua dusun di daerah itu saat ini belum dialiri listrik.

Manajer PT PLN Rayon Curup, Khaidir Nasir di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan kedua dusun yang belum tersentuh penerangan listrik PLN tersebut ialah Dusun Trans Bukit Batu, Desa Bukit Batu Kecamatan Padang Ulak Tanding dan Dusun Trans Lubuk Mumpo, Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Kota Padang.

"Saat ini ada dua dusun lagi yang belum teraliri listrik, kalau untuk 156 desa dan kelurahan di Rejang Lebong saat ini semuanya sudah teraliri listrik. Dusun ini merupakan bagian desa yang posisinya jauh dari pusat desa," ujarnya.

Kedua dusun yang belum dialiri listrik ini untuk Dusun Trans Bukit Batu sebanyak 70 kepala keluarga (KK) dan di Dusun Trans Lubuk Mumpo berkisar 75 KK.

Sejauh ini pihaknya belum bisa memasukan material pembangunan jaringan listrik ke dua dusun ini lantaran akses jalannya yang masih sulit dilalui kendaraan ukuran besar juga terkendala dengan pembebasan lahan.
 
Khaidir Nasir, manajer PT PLN Rayon Curup. (Foto Antarabengkulu.com)


Untuk Trans Bukit Batu kata Khaidir, akses jalannya yang berbukitan sehingga sulit dilalui kendaraan besar dan hanya bisa dilalui kendaraan ukuran kecil saja.

Sedangkan lokasi Trans Lubuk Mumpo berjarak sekitar 5 KM dari jalan besar, dan terkendala adanya warga yang meminta ganti rugi lahannya yang akan dijadikan pemasangan tiang dan jaringan listrik.

"PLN tidak memiliki anggaran untuk ganti rugi lahan, warga diminta menghibahkan tanahnya yang akan dilalui jaringan dan pemasangan tiang listrik. Kita masih mencari upaya lain agar kedua dusun itu tahun 2019 ini melalui program listrik masuk desa bisa terealisasi," tambah dia.

Sejauh ini rasio elektrifikasi di Kabupaten Rejang Lebong sampai akhir 2018 lalu sudah mendekati 100 persen, dan hanya tersisa dua dusun lagi yang belum dimasuki jaringan listrik PLN.

Ia berharap, kedua dusun ini secepatnya bisa menikmati penerangan listrik seperti daerah lainnya.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019