Bengkulu (Antara News Bengkulu) - Yayasan Kipas Bengkulu menggelar olah raga futsal dan musik akustik sebagai sarana kampanye penolakan diskriminasi terhadap penyalahguna narkoba dan orang dengan HIV/Aids dengan tagar #IndonesiaTanpaStigma.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan edukasi dengan melibatkan kalangan komunitas sehingga mampu berkeatifitas mampu berkarya secara positif," kata Koordinator Kegiatan, Alpian di Bengkulu, Minggu.

Saat ini kata dia, orang dengan penyakit HIV/Apa dan penyalahguna narkoba masih banyak mendapatkan stigma dan diskriminasi. Mereka lazimnya akan mendapat cap buruk dari masyarakat.

Padahal, seharusnya Odha dan penyalahguna napza diberikan semangat, dan dibantu baik itu secara lahir dan batin agar dapat menjalani kehidupan selayaknya masyarakat pada umumnya dan bukan untuk dijauhi. 

Untuk menghilangkan stigma tersebut termasuk susah-susah gampang untuk dilakukan tapi bukan berarti itu mustahil dilakukan.

Ia mengungkapkan bahwa ada banyak yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stigma, salah satunya adalah lewat  kegiatan hari ini  #IndonesiaTanpaStigma. 

"Untuk menarik orang muda, kami mengemas kegiatan edukasi sosialisasi dalam bentuk berbeda, disini ada futsal akustik musik, game, layanan kesehatan komunitas gratis, bisa konseling kesehatan dan lainnya serta ada hadiah hadiah menarik," ucapnya.

Menurut dia, bila masyarakat ingin berpartisipasi menciptakan Indonesia tanpa stigma, yang perlu dilakukan adalah mulai memahami tentang Odha, tentang Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif), tentang cara berkomunikasi, dan tentang cara menyimpulkan.

"Kegiatan ini sangat edukatif sekali, saya selaku Odha ikut serta dalam kegiatan ini, ingin membuktikan bahwa Odha tidak seperti pandangan masyarakat, kami bisa beraktivitas , kami bisa berbaur tanpa harus  di takuti,  semakin banyak orang-orang memahami HIV maka akan lebih mudah menghilangkan stigma dan diskriminasi," kata salah satu peserta.

Adapun pesan yang ingin disampaikan lewat kampanye ini adalah mewujudkan Indonesia tanpa stigma di kota Bengkulu, sebagai bentuk gerakan komunitas pengguna napza odha melawan stigma, kedua membuktikan kepada masyarakat bahwa penggunna napza dan odha mampu berpartisipasi dalam setiap lini kehidupan dan memberikan manfaat untuk masyarakat. 
Ketiga, menggugah pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kebijakan terkait hak komunitas tanpa stigma dan tanpa diskriminasi dan terakhir sebagai sarana edukasi HIV dan narkoba.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019