Musi Rawas (ANTARA Bengkulu) - Potensi pengembangan tanaman labu kuning sebagai bahan dasar pembuatan makanan olahan di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan cukup menjanjikan.

"Potensi pengembangan tanaman labu sangat besar selain didukung oleh lahan yang luas serta sumber daya petaninya, sehingga memungkinkan pengembangan olahan tanaman labu kuning untuk pembuatan mie kuning dan bahan makanan lainnya sangat menjanjikan," kata Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Badan Ketahanan Pangan Musi Rawas, Ahmad Herman, di Musi Rawas, Rabu.

Pengembangan tanaman labu kuning di daerah tersebut kata dia, selama ini masih dilakukan sebagai pekerjaan sampingan dan tanaman selingan diantara tanaman lainnya.

Padahal jika dikembangkan dengan serius dapat memberikan keuntungan lebih, mengingat harga pasaran buah ini tidak mengalami fluktuasi harga dan banyak diminati konsumen terutama untuk sayuran dan kolak.

Untuk itu pihaknya saat ini tengah mengupayakan pengembangan tanaman labu kuning di tingkat desa dalam 21 kecamatan di daerah itu dengan jalan memberikan bantuan benih, kemudian pemberian pelatihan pengolahan produksi berupa pembuatan mie labu kuning serta praktik pembuatan aneka kue seperti puding dari labu kuning.

Labu kuning (cucurbita pepo), tambah dia, selain mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan khusus, tanaman tersebut memiliki kandungan vitamin A, C dan alpha hydrox-acid yang sangat bagus untuk kulit. Tidak hanya itu kandungan beta-carotene di dalamnya juga dapat mencegah kanker.

Kemudian kandungan mineral zinc labu kuning juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imun serta dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis karena dapat memadatkan tulang.

Selain itu labu kuning juga dapat menurunkan potensi terkena panyakit jantung. Sedangkan biji labu kuning berisikan zat anti peradangan yang berguna menurunkan gejala arthritis. Biji labu yang dibuat kwaci juga dipercaya sebagai anti penuaan dini dan kanker.

Pengembangan tanaman labu kuning di daerah tersebut kata dia, bertujuan membantu pemenuhan pangan rumah tangga dan membuka peluang usaha ibu-ibu rumah tangga.

Sedangkan tujuan nasionalnya ialah mengurangi ketergantungan penggunaan beras dan terigu dengan memanfaatkan umbi-umbian sebagai upaya mendukung konsumsi pangan berbasis pangan beragam,` bergizi seimbang dan aman. (NMD)

Pewarta:

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012