Siti Aminah (18)  warga Jalan Negara, Muning Tengah, Kecamatan Daha Selatan tewas  ditangan suaminya, DN (28) setelah sebelumnya terjadi selisih paham dan pertengkaran antara keduanya.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya melalui Kasubag Humas IPTU H Gandhi Ranu S di Kandangan Kamis (5/8) mengatakan, peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah tempat tinggal mereka di Dusun Tambah Pipi'i, Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung.

"Pelaku pembunuhan adalah suaminya sendiri, dia telah tega menghabisi nyawa ibu dari anak perempuannya yang kini masih berusia 1,5 bulan," katanya, saat memberikan keterangan melalui sambungan telepon.

Dijelaskan dia, pelaku yang merupakan warga Dusun Tambah Pipi'i, menikahi korban sejak setahun lalu itu, kini bekerja sebagai  petani atau pekebun.

Kronologis penganiayaan tersebut berawal, pada Kamis, sekitar pukul 12.00 Wita, terjadi  selisih paham diantara keduanya, hingga berakhir pada  pertengkaran di dalam rumah.

Tidak berapa lama tersangka mengambil senjata tajam dan menusuk korban sebanyak dua kali ke arah tubuh korban, yang mengenai bagian dada sebelah kiri serta perut sebelah kiri.

Akibat tusukan tersebut, korban tersungkur di dinding rumah tepatnya di atas tempat tidur dan meninggal di tempat kejadian.

Melihat istrinya tidak bergerak lagi, tersangka langsung pergi meninggalkan korban dan menyerahkan diri ke Polsek Padang Batung didampingi aparat desa setempat.

Sedangkan korban dibawa ke Rumah Sakit H. Hasan Basry Kandangan untuk dilakukan Visum Et Revertum. 

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain, satu bilah senjata tajam penikam penusuk jenis pisau dengan panjang besi 25 cm, lebar besi 3,4 cm dan panjang keseluruhan 34,5 cm lengkap dengan hulu dan kumpang terbuat dari kayu warna coklat.

Kemudian, satu lembar baju kaos warna abu-abu tua merk FILA terdapat robek dan ada bercak darah, satu lembar celana jeans panjang warna biru merk SOUL OUT terdapat bercak darah, dan satu lembar bra warna hitam terdapat bercak darah.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019