Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu sejak dua pekan belakangan telah menebang belasan pohon pelindung di daerah itu yang dinilai rapuh dan mudah roboh.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Rejang Lebong, Heni Kurniati di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan belasan pohon pelindung yang ditebang tersebut karena sudah berusia belasan tahun dan membahayakan masyarakat yang melintas di bawahnya.

"Saat ini sudah ada 14 batang pohon pelindung yang kita tebang, karena rawan tumbang dan membahayakan masyarakat, dan kebanyakan jenis trembesi," ujar dia.

Penebangan pohon pelindung tersebut, mereka lakukan menyusul kejadian pohon tumbang akibat ditiup angin kencang pada 11 September lalu yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Dari pendataan yang mereka lakukan di lapangan masih ada beberapa pohon yang akan mereka tebang atau pangkas seperti yang ada di sepanjang Jalan Sukowati Curup, persinya yang berada di SMPN 1 maupun SDN 2.

Selanjutnya pohon pelindung yang berada di Jalan, Kelurahan Soeprapto Talang Rimbo Lama tepatnya di depan Hotel Mutiara, pohon yang ada di kawasan Pasar Kaget Jalan Juanda, Kelurahan Air Putih Lama, Kecamatan Curup Selatan maupun di sekitar Lapangan Setia Negara Curup maupun yang ada di samping rumah dinas Bupati Rejang Lebong.

"Selain sudah berusia cukup tua, pohon rindang yang berpotensi tumbang ini juga karena adanya unsur kesengajaan untuk dimatikan seperti dengan cara dibakar pada bagian bawahnya hingga dikuliti. Ini kami temukan satu pohon jenis mahoni yang sengaja untuk dimatikan," tambah dia.

Untuk pohon pelindung yang berada di sepanjang Jalan Sukowati Curup terutama di depan kawasan pekantoran Pemkab Rejang Lebong, kata dia, tidak bakal ditebang kendati sudah berusia tua dan rindang.

Pohon pelindung di komplek pekantoran pemda ini hanya akan mereka rapikan atau dilakukan pemangkasan saja, mengingat pohon-pohon itu ditanam puluhan tahun lalu namun kondisinya masih bagus dan cukup kuat

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019