Lumban Julu, Sumut (ANTARA Bengkulu) - Sejumlah satwa langka masih kelihatan berkeliaran dengan bebas di objek agrowisata alam kawasan "Taman Eden 100" di Lumban Rang, Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

"Satwa langka yang terdapat di kawasan hutan agrowisata tersebut di antaranya, Babiat (Harimau Sumatera), Gompul (Beruang Madu), Hije (Kijang) dan berbagai hewan lainnya," kata Pengelola Taman Eden 100, Eliyas Sirait di Lumban Julu, Minggu.

Ia mengatakan, rombongan Harimau Sumatera berjumlah sekitar lima atau enam ekor masih sering dijumpainya, saat hewan itu hendak minum di pinggiran anak sungai kawasan hutan yang letaknya antara jalan Parapat-Porsea, Kilometer 16.

Selain itu, rombongan satwa Beruang Madu juga sering dilihatnya berkeliaran di tengah hutan, namun tetap dibiarkan, karena tujuannya memang untuk melestarikan berbagai flora dan fauna.

Sirait mengatakan, mereka bisa hidup berdampingan dengan damai bersama sejumlah satwa liar di kawasan hutan tersebut, karena adanya rasa saling menjaga sehingga keseimbangan alam tidak pernah terusik.

Keberadaan berbagai satwa di Taman Taman Eden, tidak diizinkannya terganggu dari para pemburu.

Menurut dia, pantang mengganggu kehidupan satwa penghuni hutan, bahkan sebagian besar hasil produksi tanaman yang diusahainya dalam objek wisata tersebut diperuntukkan menjadi konsumsi hewan yang habitatnya dalam kawasan itu.

"Konsep kami murni untuk pelestarian, sebab semua margasatwa yang ada merupakan makhluk ciptaan Tuhan dan patut kita perhatikan," ujarnya.

Dikatakannya, hutan lebat dengan ragam pepohonan langka dalam areal seluas 100 ribu hektare itu akan tetap dipertahankannya, karena yang mereka jadikan sebagai taman wisata hanya berkisar 40 hektare.

Sirait menjelaskan, banyak pilihan untuk melakukan aktivitas di kawasan itu, mulai dari kegiatan ringan berjalan mengelilingi kawasan konservasi sampai aktivitas berat yang menantang seperti 'tracking', mendaki gunung dan 'camping ground'.

Di kawasan hutan tersebut, lanjutnya, kesopanan dan kewaspadaan senantiasa dijaga serta peringatan yang dipasang di depan pintu masuk ke wilayah berbukit dan terjal itu harus dipatuhi, karena semakin jauh berpetualang ke dalam, hutannya semakin alami dan liar.

"Setiap pengunjung harus mematuhi peringatan untuk keselamatan diri dan wajib menjaga hutan agar tidak rusak, demi kebaikan bersama," ujarnya.

Agrowisata Taman Eden memiliki lokasi perkemahan dekat tiga buah air terjun yang indah serta gua kelelawar di tengah Bukit Manja yang bisa dilihat dari 'rumah Tarzan' yang berada di atas pepohonan sebelum mendaki gunung 'Pangulu Bao' untuk menikmati panorama Danau Toba. (T.KR-JRD/M034)

Pewarta:

Editor : AWI-SEO&Digital Ads


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012