Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta  warga untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam menjelang perubahan musim atau pancaroba. 

Kepala BPBD Rejang Lebong Basuki saat berada di DPRD Rejang Lebong, Senin, mengatakan bencana alam yang berkemungkinan terjadi saat perubahan cuaca di daerah itu ialah angin puting beliung, tanah longsor maupun banjir.

"Warga diminta untuk selalu berhati-hati, karena musim pancaroba ini biasanya akan diiringi dengan datangnya banjir, longsor dan angin puting beliung," ujar dia.

Selain itu pihaknya tambah dia, juga sudah menyiagakan personel Pusdal Ops untuk penanggulangan bencana, peralatan baik berupa alat berat, perahu karet dan logistik untuk korban bencana alam.

Sementara itu, musim hujan di wilayah itu diperkirakan baru akan tiba pada pertengahan sampai akhir November mendatang, prediksi ini mundur dari perkiraan semula pada pertengahan Oktober.

"Prediksi ini mundur dari perkiraan semula, kami sudah konfirmasi dengan BMKG Provinsi Bengkulu," ujar dia.

Kendati musim hujan belum turun di wilayah itu kata Basuki, namun tidak ada lahan atau hutan yang terbakar, dan yang ada hanya kebakaran di pemukiman warga yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik maupun kompor gas.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari BMKG, mundurnya musim hujan itu kemungkinan akibat pengaruh pemanasan global, di mana pada Juli 2019 lalu suhu panas yang melanda Tanah Air tercatat paling panas selama 100 tahun belakangan.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019