"Jika dua opsi harga BBM disetujui pemerintah, maka di Bengkulu sudah jelas ada SPBU yang akan menjual BBM harga baru dan yang lama," kata Wira Penjualan Depo Pertamina Bengkulu Misbach Buchori di Bengkulu, Rabu.
Ia mengatakan, jika dua opsi harga BBM disetujui pemerintah, maka SPBU penjual BBM juga akan dibagi.
Seperti diketahui pemerintah mewacanakan pemberlakukan dua harga BBM bersubsidi yakni harga lama Rp4.500 per liter untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum.
Sementara untuk kendaran pribadi roda empat diwacanakan sebesar Rp6.500 sampai Rp7.000.
"Tapi kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat, soal harga yang baru," katanya.
Misbach mengatakan info penentuan SPBU itu setelah mendengar penjelasan dari Wakil Menteri ESDM.
Termasuk spanduk, rambu-rambu yang akan dipasang di SPBU dan buku saku sebagai petunjuk operator menurut Misbach akan disiapkan.
Bahkan pihaknya sudah membuat skenario pelaksanaan teknis kebijakan tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo mengatakan, dari 5.027 jumlah SPBU di Indonesia, beberapa diantaranya akan ditentukan untuk menjual BBM harga baru.
Daerah yang hanya memiliki satu SPBU, Pertamina akan mengirimkan SPBU "mobile" untuk menjual BBM harga baru.
Sementara SPBU yang tidak ditunjuk menjual BBM harga baru atau masih menjual BBM harga lama Rp. 4.500 per liter, akan dijaga personel kepolisian.
Di Provinsi Bengkulu terdapat sebanyak 34 SPBU yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Dua kabupaten yakni Lebong dan Kaur hanya memiliki satu SPBU sehingga dipastikan akan membutuhkan SPBU "mobile".
Kepala Biro Administrasi Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Ismed Lakoni mengatakan awal Mei 2013 akan menggelar rapat bersama Pertamina dan pemerintah kabupaten dan kota tentang penambahan kuota BBM.
"Kami belum mengajukan penambahan BBM karena belum mengetahui kebutuhan BBM di kabupaten dan kota, jadi penambahannya sesuai usulan kabupaten dan kota," katanya.
Pewarta: Oleh Helti Marini SipayungUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026