Kabag Ekonomi dan Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Sunandi, di Mukomuko, Kamis mengatakan harga getah karet "bersih" di daerah itu mengalami penurunan dari Rp9.000 menjadi Rp6.000 per kilogram.
"Harga getah karet di daerah ini tidak bisa diprediksi oleh petani. Harga tersebut menyesuaikan dengan harga pedagang pengumpul," ujarnya.
Menurut dia, meskipun harga jual getah karet kotor turun menjadi Rp5.000 per kilogram, namun petani setempat masih bisa menikmati hasil panen getah karet.
Apalagi, kata dia, petani menggunakan bibit tanaman karet unggul yang hasilnya lebih banyak dari pada tanaman karet lokal.
"Perbedaan hasil panen getah karet pakai bibit unggul lebih banyak 50 persen dibandingkan bibit karet asalan," ujarnya.
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.