Bengkulu (Antara) - Gubernur Provinsi Bengkulu Junaidi Hamsyah meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat untuk memanfaatkan hasil penelitian dari Dewan Riset Daerah (DRD) demi percepatan pembangunan.
"Para profesor dari DRD menghasilkan konsep dan pemikiran yang sangat baik. Itu harus dimanfaatkan. Selama ini memang kami lihat SKPD kurang memanfaatkan itu," kata gubernur di Bengkulu, Kamis.
Dia mengatakan, kemungkinan antara teori dan terapan ada perbedaan, namun hasil penelitian dan pemikiran dari DRD dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk pengembangan program disetiap SKPD.
"Karena mereka sudah meneliti apa yang dibutuhkan Bengkulu, apa yang bisa menjadi andalan daerah, kalau ini dimanfaatkan, pertumbuhan daerah akan lebih baik lagi," kata dia.
Kesan dari SKPD, hasil riset DRD, kata gubernur lebih kepada bentuk rancangan program yang akan digiatkan berbagai perangkat dinas.
"Sementara yang dilakukan DRD kan pemikiran, atau ide-ide pokok, bukan program," katanya.
Jika program kerja, menurut dia, merupakan kewajiban dari masing-masing perangkat daerah yang merancang, bukan tugas dan tanggung jawab dari dewan riset.
"Pola pikir seperti ini yang harus diubah, mereka (DRD) melakukan riset, dan hasilnya diterapkan dalam program kerja, bukan mereka yang membuat program," ucapnya.
Apalagi, kata gubernur, provinsi ini sedang menggiatkan percepatan pembangunan di berbagai sektor, sehingga dapat bersaing dengan daerah lain yang sudah lebih dulu berkembang dan maju.
"Kita juga membutuhkan promosi. Oleh karena itu setiap SKPD kami minta membuat program memnegnalkan Bengkulu berskala nasional agar banyak kunjungan dari luar," ujarnya.***3***
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.