Bengkulu (Antara) - Pengamat politik serta akademisi Universitas Bengkulu, Drs Lamhir Syam Sinaga MSi mengungkapkan, dana bantuan sosial harus menjadi salah satu perhatian serius calon kepala daerah , oleh karena tidak sedikit kasus kepala daerah yang terjerat korupsi dana bantuan sosial.

"Ini harus harus menjadi perhatian serius, karena dana bantuan sosial ini rentan disalahgunakan," kata dia di Bengkulu, Selasa.

Selain itu, juga ada kepala daerah yang terseret oleh karena minimnya pengetahuan administrasi keuangan, sehingga ikut terjerat kasus korupsi bansos.

"Harus menjadi perhatian bersama, tata kelola administrasi harus bagus, untuk itu, perlu campur tangan partai memberikan bekal wawasan yang cukup bagi calon yang akan diusung," katanya.

Pemilihan calon kepala daerah yang akan diusung partai, tidak semata hanya daya jual karakter atau karisma yang menarik simpati masyarakat.

"Tetapi, kita perlu kepala daerah yang cerdas, yang mampu berbuat sesuai aturan dan hukum yang berlaku, tidak 'sembrono atau serampangan'," kata Lamhir.

Provinsi Bengkulu, juga ikut dalam ajang pemilihan kepala daerah serentak, yang akan digelar akhir 2015, sejumlah calon baik calon gubernur maupun bupati sudah mulai bermunculan lengkap bersama partai politik pengusung.

Bupati Musirawas, Ridwan Mukti, meramaikan bursa calon Gubernur Bengkulu, diyakini Lamhir persaingan "head to head" (berhadapan langsung) dengan wakil gubernur petahana (incumbent), Sultan B Najamudin.

"Sejumlah calon lainnya, gubernur petahana, Junaidi Hamsyah, Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi, Bupati Kepahiang Bando Amin, sepertinya belum mendapatkan perahu," ujarnya.**2***



Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026