Rejanglebong (Antara) - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu mengingatkan warga setempat agar tidak menggunakan racun untuk menangkap ikan karena dapat merusak ekosistem.

"Kalau penangkapan ikannya menggunakan racun atau menggunakan aliran listrik ini sangat membahayakan terhadap kelestarian ekosistem yang ada di air. Selain akan mematikan seluruh ekosistem air juga akan memutus siklus perkembangbiakan ikan dan udang yang kita lakukan dalam program restocking sejak dua tahun belakangan ini," kata Kepala Disnakan Rejanglebong Amrul Eby saat dihubungi di Rejanglebong, Minggu.

Adanya penangkapan ikan dan udang di perairan umum di daerah itu dengan menggunakan racun dan setru, kata dia, diketahui dari laporan warga di kawasan Danau Bermanei, Kecamatan Curup Utara.

Penangkapan ikan dan udang itu, kata dia, membuat benih ikan dan udang yang di tebar sejak beberapa tahun belakangan hampir setiap hari mati dan mengapung di pinggiran danau.

Untuk mengatasi aksi penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan setrum yang di duga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab pada saat malam hari itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan desa dan kelurahan yang ada di sekitar lokasi Danau Bemanei.

"Larangan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak diperbolehkan dan bukan hanya diberlakukan di Rejanglebong tetapi di seluruh Tanah Air. Jika nanti oknumnya tertangkap akan kita serahkan kepada aparat hukum agar di proses lebih lanjut," ujarnya.

Dia tidak melarang warga yang akan menangkap ikan atau udang di danau itu, namun hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak lingkungan seperti dengan cara memancing atau menggunakan jala.

Sementara itu, menurut Robi (34) warga Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara bahwa aksi penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan setrum di kawasan Danau Bermanei sangat meresahkan warga di sekitar tempat itu karena nantinya akan menghabiskan ikan dan udang yang ada di dalam danau.

"Kalau dibiarkan maka ikan dan udang yang ada di dalam danau akan habis. Benih ikan dan udang yang masih kecil ikut mati sehingga program penebaran benih ikan yang dilakukan pemerintah akan jadi sia-sia saja," katanya.***1***

Pewarta: Nur Muhammad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026