.....Kendati secara keseluruhan untuk lima jenis pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Musi Rawas tahun ini mengalami kenaikan, namun untuk kuota pupuk jenis urea mengalami penurunan.....
Musi Rawas (ANTARA Bengkulu) - Alokasi pupuk urea bersubsidi untuk Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan tahun 2012 turun dari 10.243 ton menjadi 9.811 ton.

"Kendati secara keseluruhan untuk lima jenis pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Musi Rawas tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan 2011 lalu, namun untuk kuota pupuk jenis urea mengalami penurunan," kata Kepala Bidang Produksi pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musi Rawas, Tohirin saat dihubungi, Senin.

Padahal, kebutuhan pupuk urea tahun 2011 sudah diusulkan agar ditambah menjadi 20.000 ton. Tapi bukannya bertambah justru jatah yang diberikan Kementan pada tahun ini turun.

Kuota pupuk bersubsidi yang diterima daerah itu pada tahun ini, kata dia, sebanyak 21.246,67 ton sedangkan pada tahun sebelumnya hanya berjumlah 20.382,07 ton. Pupuk bersubsidi yang diterima Musi Rawas untuk 12 bulan berjalan itu antara lain untuk pupuk urea sebanyak 9.811.11 ton, sedangkan pada 2011 sebanyak 10.243,11 ton. Pupuk SP-36 sebanyak 2.634,89 ton, naik dibandingkan sebelumnya sebenyak 2.216,55 ton.

Seterusnya pupuk ZA sebanyak 774 ton naik menjadi 916,89 ton dan pupuk NPK dari 6.700,41 ton menjadi 6.862,34 ton serta pupuk organik dari 448 ton menjadi 1.021,44 ton.

Sedangkan untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk jenis urea juga mengalami kenaikan menjadi Rp1.800 kg dari harga tahun sebelumnya Rp1.600 perkg, pupuk ZA, SP-36 dan NPK HET nya masih seperti tahun sebelumnya yakni Rp1.400 per kg, Rp2.000 per kg dan Rp2.300 per kg, sebaliknya untuk HET pupuk organik mengalami penurunan harga dari Rp700 per kg menjadi Rp500 per kg.

Untuk itu, dia mengharapkan, pihak pemerintah pusat hendaknya dapat memikirkan kebutuhan pupuk bersubsidi di daerah itu, karena kebutuhan pupuk urea paling banyak digunakan petani padi.

Sedangkan untuk penggunaan pupuk lainnya seperti pupuk organik membutuhkan waktu untuk disosialisasikan mengingat petani di daerah itu hanya sebagai penggarap serta kebanyakan memilih pupuk yang sifatnya praktis dan bisa cepat digunakan.

Penggunaan pupuk urea bersubsidi itu tambah dia, paling banyak digunakan petani dalam lima kecamatan sentra penghasil beras di Musi Rawas yakni Kecamatan Tugumulyo yang pada 2011 lalu membutuhkan sebanyak 1.231,54 ton.

Selanjutnya Kecamatan Megang Sakti sebanyak 905,38 ton, Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Uluterawas sebanyak 866,48 ton, Kecamatan Purwodadi 855,88 ton dan Kecamatan Muarabeliti sebanyak 727,34 ton.(nmd)



Editor : Usmin

COPYRIGHT © ANTARA 2026