"Kita ada usulan penambahan anggaran Jamkesda sebesar Rp1 miliar di APBD perubahan tahun ini untuk mengantisipasi habisnya dana untuk berobat warga miskin," kata Kabid Farmasi dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Khairul Saleh di Mukomuko, Kamis.
Pemkab di tahun 2016 menyiapkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk Jamkesda.
Dana itu untuk warga miskin yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Khairul mengusulkan penambahan dana Jamkesda untuk mengantisipasi habisnya dana untuk berobat warga miskin.
"Kita khawatir saja. Jangan sampai terutang," ujarnya.
Ia menyebutkan sejak bulan Januari hingga Agustus 2016 sebanyak 329 orang warga miskin di daerah itu yang berobat gratis menggunakan Jamkesda.
"Jumlah warga miskin yang berobat gratis menggunakan Jamkesda itu berdasarkan tagihan atau klaim dari penyedia pelayanan kesehatan (PPK) yang melayani pasien Jamkesda," ujarnya.
Namun petugas di instansi itu belum menghitung nominal tagihan berobat warga miskin yang diklaim oleh PPK yakni RSUD sementara data dua bulan yang lalu totalnya sudah sekitar Rp700 juta.
"Sekarang kemungkinan tagihan biaya berobat warga miskin sudah diatas Rp1 miliar," ujarnya.
Ia mengatakan meskipun tagihan sudah masuk dari PPK, tetapi instansi itu belum mencairkan dana Jamkesda karena menunggu pengesahan APBD perubahan sekaligus dana tambahannya. ***4***
Pewarta: Ferri AriantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.