Sebagai film animasi panjang pertama dari Visinema Animation dan debut penyutradaraan Ryan Adriandhy, Jumbo dirilis di 659 layar bioskop di seluruh Indonesia.
Jika dulu film kartun lokal sering dianggap remeh, kini situasinya telah berubah. Visual makin ciamik, cerita makin kuat, dan penonton makin banyak. Bahkan, Jumbo telah menjadi tolok ukur baru bagi film animasi Indonesia.
Keberhasilan Jumbo menjadi bukti bahwa film dengan nuansa lokal dan pesan global mampu bersuara di panggung dunia. Para pengamat industri pun memprediksi bahwa kesuksesan ini akan membuka jalan bagi lebih banyak film dari Asia, khususnya Indonesia, untuk bersinar di kancah perfilman internasional.
Baca juga: Cinta Laura gunakan bahasa Jerman pada film "Jumbo"
Baca juga: Ariel senang dipercaya isi suara tokoh ayah di film animasi Indonesia
Menteri Ekraf sebut film animasi 'Jumbo' berpotensi mendunia
Pewarta: Azizah Amelia KartikaEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026