Sementara itu, Yordania menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan tiga kali pengiriman bantuan udara ke Gaza bekerja sama dengan Uni Emirat Arab.
Krisis kelaparan di Gaza kini telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan.
Rekaman yang beredar menunjukkan warga dalam kondisi sangat kurus, beberapa di antaranya hanya tinggal kulit dan tulang, jatuh pingsan akibat kelelahan, dehidrasi, dan kelaparan berkepanjangan.
Israel telah memberlakukan blokade atas Gaza selama 18 tahun, dan sejak 2 Maret 2024, seluruh jalur penyeberangan ditutup sepenuhnya. Tindakan rezim Zionis yang didukung Amerika Serikat ini telah memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Meski mendapat tekanan dari dunia internasional untuk menghentikan agresi, militer Israel tetap melanjutkan serangan ke Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Hampir 60.000 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Pemboman tanpa henti itu telah meluluhlantakkan Jalur Gaza dan menyebabkan kelangkaan pangan.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas agresi militer terhadap wilayah tersebut.
Pewarta: PrimayantiUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026