Kota Bengkulu (ANTARA) - Phishing email adalah salah satu bentuk kejahatan siber di mana pelaku menyamar sebagai pihak terpercaya, seperti bank, perusahaan, atau instansi resmi, untuk menipu korban.

Email ini biasanya berisi tautan atau lampiran berbahaya yang dirancang agar penerimanya memasukkan data pribadi, seperti password, nomor kartu kredit, atau informasi sensitif lainnya. Secara tampilan, email phishing sering dibuat mirip dengan email resmi, sehingga sulit dibedakan bagi orang awam.

Bahaya dari phishing email sangat besar, mulai dari pencurian identitas hingga kerugian finansial. Data pribadi yang berhasil dicuri bisa digunakan pelaku untuk melakukan penipuan, transaksi ilegal, atau bahkan membobol akun penting milik korban.

Selain itu, membuka lampiran atau mengklik tautan dalam email phishing juga dapat menginstal malware di perangkat, yang memungkinkan peretas mengendalikan atau memata-matai aktivitas pengguna. Karena itu, kewaspadaan dan edukasi mengenai phishing email sangat penting untuk mencegah menjadi korban.

Times of India mendorong para pengguna Gmail diminta waspada terhadap serangan penipuan siber berupa surel phishing yang menyamar sebagai peringatan keamanan resmi dari Google. Penyerang menggunakan notifikasi bertajuk “Peringatan Keamanan Mendesak” untuk mengelabui pengguna agar memberikan kata sandi dan data pribadi mereka.

Menurut laporan kantor berita PTI, penyerang memanfaatkan kepercayaan publik terhadap infrastruktur keamanan Google dengan mengirimkan peringatan palsu yang menyebut adanya aktivitas mencurigakan di akun korban.

Pesan tersebut biasanya mendesak penerima untuk segera mengamankan akun melalui tautan yang disertakan. Jika diklik, tautan akan mengarahkan korban ke situs berbahaya yang dirancang mencuri kredensial atau memasang malware.



Pewarta: Prasetia Anggel Erlena
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026