Presiden menekankan bahwa Indonesia konsisten memegang prinsip solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan utama menuju perdamaian yang adil dan menyeluruh.
Ia mengatakan, berdirinya Palestina yang merdeka dan berdaulat sepenuhnya merupakan syarat mendasar bagi tercapainya kemajuan politik dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini datang pada saat perjuangan Palestina mendapatkan momentum internasional yang meningkat, dengan negara-negara seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal secara resmi mengakui Negara Palestina, di tengah harapan bahwa negara-negara lain akan bergabung dalam pertemuan puncak internasional yang diselenggarakan oleh Prancis dan Arab Saudi.
Sejumlah negara besar seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal baru-baru ini secara resmi mengakui Negara Palestina. Langkah ini memberi sinyal kuat bahwa semakin banyak negara di dunia mulai memberikan pengakuan diplomatik penuh kepada Palestina.
Harapannya, semakin banyak negara lain akan menyusul, terutama dalam forum-forum internasional yang digagas bersama oleh Prancis dan Arab Saudi.
Namun, respons dari Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, menunjukkan arah yang berbeda.
Baca juga: Peluang RI mengakui Israel dilakukan bersyarat
Baca juga: Puan nyatakan DPR bangga atas pidato Presiden Prabowo di PBB
Kedua negara tersebut memilih memboikot pertemuan puncak internasional tersebut dengan alasan bahwa pengakuan terhadap Palestina berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan memberi ruang bagi ancaman terorisme.
Meski demikian, sejumlah negara lain di kawasan, seperti Qatar, justru menyambut baik langkah Indonesia. Mereka menilai sikap tegas ini menjadi dukungan penting untuk mendorong upaya terciptanya perdamaian abadi di Timur Tengah.
Donald Trump puji pidato tegas Presiden Prabowo di Sidang ke-80 PBB
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026