Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melaksanakan simulasi menghadapi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut, melibatkan berbagai pihak terkait dengan penanganan bencana alam.

"Seperti kita ketahui, bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pelajaran bagi kita semua. Maka kami berupaya melakukan mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk. Hari ini kita gelar apel siaga dan dilanjutkan dengan simulasi," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Kamis.

Ia menyebut simulasi tersebut dilakukan mendekati kondisi nyata di lapangan, antara lain evakuasi korban tenggelam, penanganan ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, dan penyelamatan menggunakan tali dari jembatan.

Simulasi tersebut dilakukan dengan melibatkan, antara lain Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Sosial, sebagai upaya preventif dan antisipatif dalam menghadapi bencana.

Pada kesempatan itu, ia juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan kebencanaan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), seperti perahu karet, gergaji mesin, mobil logistik, mobil dapur, dan kesiapan dapur umum.

Hal tersebut dilakukan guna memastikan bahwa alat-alat kebencanaan tersebut dalam keadaan baik dan dapat digunakan saat terjadi bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati mengimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk waspada dan selalu siaga guna mengantisipasi terjadinya bencana akibat cuaca buruk yang diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan

"Untuk tiga hari ke depan terdapat potensi hujan ringan hingga lebat yang merata di seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Dyah Rizky.

Prakiraan hujan, terjadi disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang 25 knot atau 50 kilometer per jam.

Prakiraan gelombang laut tiga hari ke depan dapat mencapai dua meter di seluruh wilayah perairan Provinsi Bengkulu.

Dengan kondisi tersebut, dia mengimbau masyarakat dan nelayan di Provinsi Bengkulu memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui aplikasi mobile phone 'info BMKG', sms blasting BMKG-KOMDIGI, sosial media dan lainnya.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Wilayah Sungai, kepolisian, dan pihak terkait lainnya menghindarkan masyarakat dan arus lalu lintas dari zona rawan longsor dan banjir bandang.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026