Kesempatan ini menjadi ruang spiritual bagi setiap Muslim untuk membersihkan diri dari dosa serta kesalahan yang telah lalu.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah SWT memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang mempersekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya keutamaan malam Nisfu Sya’ban, sekaligus menjadi pengingat agar umat Islam menjaga keikhlasan iman serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Makna Nisfu Sya’ban
Lebih dari sekadar malam istimewa, Nisfu Sya’ban memiliki makna mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Momen ini menjadi ajakan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, menilai kembali amal perbuatan yang telah dilakukan selama setahun terakhir, serta menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Baca juga: PO SAN siapkan 56 kendaraan dukung kelancaran mudik Lebaran 2026
Baca juga: Bengkulu bakal operasikan bus listrik jelang Lebaran 2026
Selain itu, Nisfu Sya’ban juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Melalui ibadah yang dilakukan dengan khusyuk, seorang Muslim dapat merasakan kedekatan batin dengan Sang Pencipta.
Malam ini kerap dimanfaatkan untuk berdiam diri, merenung, dan mencurahkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT.
Amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban
Baznas melansir, untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah sesuai tuntunan syariat. Beberapa amalan yang kerap dilakukan antara lain memperbanyak istighfar dan taubat sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosa yang telah lalu serta harapan akan ampunan Allah SWT.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026