Sejumlah spekulasi menyebut tim dari Konfederasi Sepak Bola Asia berpotensi menjadi pengganti. Indonesia bisa saja memiliki peluang, meski kemungkinannya sangat kecil. Lazimnya, FIFA akan memilih tim pengganti yang paling mendekati kelolosan, misalnya melalui jalur play-off atau kesebelasan yang memiliki peringkat dunia lebih tinggi.
Dua negara yang disebut-sebut memiliki peluang adalah Irak yang masih berpeluang lolos melalui play-off, serta Uni Emirat Arab yang sebelumnya gagal melangkah ke babak play-off.
Meski demikian, regulasi FIFA tidak mewajibkan pengganti berasal dari konfederasi yang sama, sehingga peluang juga terbuka bagi negara dari kawasan lain.
Untuk saat ini, FIFA masih mempertahankan jadwal pertandingan yang melibatkan Iran dan belum mengambil keputusan resmi mengenai kemungkinan pencoretan tim tersebut dari turnamen.
Organisasi itu diperkirakan akan menunggu hasil pertandingan play-off pada akhir bulan ini sebelum menentukan langkah selanjutnya. Jika Iran benar-benar menolak tampil di Piala Dunia, keputusan tersebut dapat membawa konsekuensi besar.
Baca juga: Trump akan lanjutkan operasi militer di Iran selama empat pekan demi perubahan kekuasaan
Baca juga: Iran akan membuat AS menyesal
Dalam sejarahnya, Iran pernah menolak bertanding melawan Kuwait pada kualifikasi Piala Dunia 1982, yang berujung pada kegagalan mereka lolos ke turnamen tersebut serta sanksi larangan tampil pada edisi berikutnya.
Situasi saat ini pun masih terus berkembang. Ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel membuat masa depan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 masih menjadi tanda tanya besar.
Iran mundur dari Piala Dunia 2026 usai AS-Israel tewaskan Ali Khamenei
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026