Bengkulu (ANTARA) - UMKM ChaCha Mentari mengembangkan batik kaganga khas Bengkulu dengan mengangkat aksara tradisional sebagai identitas budaya daerah sekaligus mendorong ekonomi kreatif lokal.
Pemilik ChaCha Mentari Batik, Ny Ely Dewa mengatakan pengembangan batik Kaganga dilakukan dengan mempertahankan nilai budaya sekaligus menyesuaikan desain agar diminati pasar modern.
Dia menjelaskan batik Kaganga berasal dari wilayah Rejang Lebong dan terinspirasi dari aksara tradisional masyarakat Rejang yang dahulu digunakan dalam naskah adat, hukum, dan karya sastra.
Menurut dia aksara Kaganga kemudian diolah menjadi motif utama dalam desain batik yang disusun secara artistik dan memiliki makna filosofis sebagai simbol kearifan lokal.
Selain itu, lanjut dia motif batik juga dipadukan dengan unsur alam khas Bengkulu seperti bunga rafflesia arnoldii, bunga kibut, cengkeh, kopi, cerano, hingga ikan mas sehingga menghasilkan desain yang khas dan berbeda.
Ia menambahkan proses produksi batik dilakukan dengan teknik tulis menggunakan canting dan malam yang membutuhkan ketelitian serta waktu cukup lama, meskipun juga tersedia kombinasi teknik cap untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Menurut dia, inovasi warna dan desain terus dilakukan agar batik dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun informal, sehingga menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ely mengatakan berkembangnya usaha batik tersebut turut meningkatkan pendapatan pengrajin lokal, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat identitas budaya Bengkulu melalui produk ekonomi kreatif.
Meningkatnya permintaan terhadap Batik ChaCha Mentari turut mendorong peningkatan produksi oleh pengrajin lokal sehingga berdampak langsung pada kenaikan pendapatan pekerja batik di daerah tersebut.
Selain itu, industri batik melibatkan berbagai tahapan mulai dari desain, pencantingan, pewarnaan hingga pemasaran sehingga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga dan generasi muda.
Batik ChaCha Mentari juga menjadi bagian dari sektor ekonomi kreatif yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan daerah melalui perluasan pasar, baik lewat media sosial maupun partisipasi dalam pameran UMKM.
Menurut dia, keberadaan batik tersebut turut memperkuat identitas dan pariwisata daerah karena dapat menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Rejang Lebong sehingga mendorong sektor perdagangan lokal.
Dengan mengangkat motif aksara kaganga dan unsur budaya lokal sebagai elemen visual, Batik ChaCha Mentari kata dia tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai pelestari budaya Bengkulu yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Pewarta: Boyke LWUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026