Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Ruas jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Lebong dengan Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tepatnya di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, mengalami amblas akibat curah hujan yang tinggi di wilayah itu.

Komandan Koramil (Danramil) 08/RP Lettu Inf Rosyadi saat dihubungi di Lebong, Jumat, mengatakan jalan tersebut mengalami penurunan badan jalan dengan kedalaman bervariasi antara 40 hingga 80 centimeter.

"Kondisi ini sempat menyulitkan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang hendak melintas. Oleh karena itu, hari ini personel Koramil 08/RP bersama Polsek Rimbo Pengadang dan warga bergotong royong melakukan perbaikan darurat," kata dia.

Dia menjelaskan upaya perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan alat seadanya dengan memanfaatkan material di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan agar urat nadi transportasi masyarakat di kedua kabupaten tidak terputus total sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah daerah.

Pada proses penanganan darurat ini mereka mendapat dukungan satu unit alat berat jenis excavator milik pengusaha galian C setempat. Berkat bantuan alat berat tersebut, material timbunan dapat terpasang lebih cepat sehingga akses jalan perlahan mulai dapat dilalui kembali oleh masyarakat.

"Ini adalah satu-satunya akses penghubung utama masyarakat antar-kabupaten, maka penanganan cepat sangat diperlukan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terhambat," katanya.

Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda sejak Rabu (6/5) malam hingga Kamis (7/5) pagi telah memicu bencana di Kabupaten Lebong. Tercatat empat kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor akibat meluapnya sejumlah sungai.

Meski banjir sempat merendam ratusan rumah warga, fasilitas publik, hingga memutus satu jembatan gantung, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kondisi genangan air dilaporkan telah surut sejak Jumat pagi, dan warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk mulai membersihkan sisa material banjir.



Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026