Hasil-hasil negatif di 2026 ini membuat mereka gagal bersaing dengan Persib dan Borneo FC, yang saat ini bertarung ketat merebutkan juara setelah kedua tim sama-sama memiliki 75 poin di posisi pertama dan kedua.
"Yang terpenting kita harus mengambil suatu pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat," kata bek tengah berusia 24 tahun itu.
Pada kesempatan yang sama, pemilik 49 penampilan bersama timnas Indonesia itu juga berbicara soal insiden yang terjadi di akhir laga melawan Persib.
Dia memastikan insiden ini hanya terjadi di lapangan, selebihnya para pemain Persija dan Persib tetap menjalin komunikasi yang baik.
"Adanya insiden itu yang menimbulkan tafsir bermacam-macam, biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya. Namun yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, selesai semua itu kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik," kata Ridho.
Lebih lanjut, Ridho memastikan timnya akan menyelesaikan musim ini dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan mendapatkan enam poin pada dua laga terakhir laga melawan Persik Kediri, Sabtu (16/5), dan Semen Padang, Sabtu (23/5).
Tambahan enam poin akan membuat tim berjuluk Macan Kemayoran finis di posisi ketiga dengan 71 poin.
"Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik, setelah itu evaluasi dan pembenahan seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk membuat hasil yang lebih baik lagi untuk Persija!," tutur Ridho.
Pewarta: Zaro Ezza SyachniarUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026