Bengkulu (ANTARA) - Sebanyak 655 calon haji asal Bengkulu mengikuti skema Murur saat pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun ini.

"Berdasarkan rekapitulasi final Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Bengkulu, peserta Murur tersebar di empat kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan melalui Embarkasi Padang," kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan calon haji Bengkulu Kloter PDG 02 yang ikut Murur sebanyak 195 orang dari total 393 orang. Selain itu terdapat tiga orang yang mengikuti Safari Wukuf karena kondisi kesehatan, yakni Salma Yanti Fandi asal Curup, Siti Arwani Jain asal Bengkulu, dan Syamsiah Muhammad Soleh asal Bengkulu.

Pada Kloter PDG 03, sebanyak 135 calon haji Bengkulu mengikuti Murur dari total 390 orang. Sementara satu calon haji atas nama Ningcik Dolet mengikuti Safari Wukuf.

Kloter PDG 04, kata dia sebanyak 160 peserta Murur dari total 386 calon haji. Selain itu satu calon haji atas nama Abdullah Bin Yasman mengikuti Safari Wukuf.

Sementara pada Kloter PDG 05 terdapat 165 peserta murrur dari total 393 calon haji dan ada  tiga calon haji yang mengikuti Safari Wukuf, yakni Tarmizi, Kasmid, dan Aswati Umar.

Secara keseluruhan, kata dia, jumlah calon haji Bengkulu yang mengikuti Safari Wukuf mencapai delapan orang. Layanan tersebut diberikan kepada jamaah yang mengalami keterbatasan fisik atau kondisi kesehatan tertentu sehingga tidak memungkinkan menjalani rangkaian ibadah wukuf secara reguler.

Data tersebut menunjukkan skema Murur dan Safari Wukuf menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji bagi jamaah lansia, disabilitas, dan berisiko tinggi, sehingga mereka tetap dapat menunaikan rukun dan wajib haji sesuai ketentuan yang berlaku.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026