..."Perburuan ikan 'Mikih" marak karena harganya mahal dan ini merupakan sebuah pembataian besar-besaran terhadap ikan yang endemik di daerah ini,"...
Mukomuko (ANTARA Bengkulu) - Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan prihatin atas maraknya perburuan ikan "mikih" termasuk telurnya untuk kepentingan pribadi dan bisnis.

"Perburuan ikan 'Mikih" marak karena harganya mahal dan ini merupakan sebuah pembataian besar-besaran terhadap ikan yang endemik di daerah ini," kata kata Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko AM Azbas Novyan, di Mukomuko, Sabtu.

Ia menyebutkan, bahwa mulai satu hingga 10 Muharram ikan "Mikih" turun dari hulu Sungai Air Dikit menuju muara untuk bertelur.

"Dalam kondisi ikan tersebut turun gunung sehingga para nelayan banyak mendapatkan ikan tersebut," ujarnya.

Padahal, kata dia, pihaknya bersama petugas Balai Benih Ikan (BBI) telah melakukan perjalan selama delapan jam untuk mencari ikan "Mikih" itu dalam kondisi hidup tetapi tidak juga bertemu.

"Terpaksa kami beli kepada nelayan satu ekor ikan 'Mikih' betina yang didalam tubuhnya ada telur dengan harga Rp300.000," ujarnya.

Rencananya, kata dia, ikan "Mikih" betina yang telah mati dan disimpan di kulkas itu akan diserahkan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk dijadikan koleksi mereka.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan terus berusaha mencari benih ikan "Mikih" yang baru menetas dari telurnya untuk dipelihara di BBI, karena jarang sekali ikan "Mikih" yang ditangkap dalam kondisi hidup.

"Kalau larva terlalu sulit untuk dipelihara namun kalau sudah jadi benih minimal usia tiga hari kemungkinan masih bisa dipelihara tetapi tetap dengan cara hati-hati jangan sampai benih ikan itu membentur benda keras," ujarnya.

Karena, kata dia, pengalaman selama ini ikan tersebut banyak mati karena bagian mulutnya membentur benda keras.

Selain itu, pihaknya juga telah memesan pakan plankton atau yang lebih halus lagi dari itu untuk pakan benih ikan yang baru berusia tiga hingga empat hari.(ant)



Editor : Ferri Aryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026