Lausanne (ANTARA Bengkulu) - India dijatuhi skorsing oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) disebabkan pendirian mereka perihal pemilihan ofisial, hal ini diumumkan setelah pertemuan Dewan Eksekutif IOC pada Selasa.

Dengan dijatuhkannya skorsing tersebut berarti India tidak akan menerima pembiayaan dari IOC, dan para ofisial mereka akan dilarang menghadiri pertemuan-pertemuan Olimpiade dan acara-acara lainnya.

Atlet-atlet India juga akan dilarang mengikuti Olimpiade di bawah bendera nasional, meski IOC akan mengizinkan sebagian mereka beberapa dari mereka berpartisipasi di bawah bendera Olimpiade.

Sanksi ini dijatuhkan di tengah perselisihan antara Asosiasi Olimpiade India (IOA) dan IOC perihal prosedur pengambilan suara untuk posisi-posisi teratas di organisasi nasional yang akan dilangsungkan pada Rabu.

Pengadilan New Delhi mengarahkan agar IOA yang sarat dengan berbagai faksi untuk melakukan pemungutan suara, menurut peraturan olahraga negeri itu, namun IOC menginginkan organisasi tersebut mematuhi piagam Olimpiade yang mendukung otonomi dan memicu aksi yang terjadi pada Selasa.

"Dewan Eksekutif memutuskan untuk menskors Asosiasi Olimpiade India (IOA) karena kegagalan mereka untuk mematuhi piagam dan statuta Olimpiade, gagal menginformasikan kepada IOC secara tepat waktu, dan sebagai tindak pencegahan terhadap interfensi pemerintah dalam proses pengambilan suara," demikian disampaikan Direktur Komunikasi IOC Mark Adams.

"IOA tidak lagi berhak melakukan aktivitas atau mendapat berbagai hak termasuk dukungan keuangan...sampai skorsing ini dicabut."        

"Dewan Eksekutif mengonfirmasi bahwa IOA tidak berhak mengadakan proses pemilihan sampai semua isu yang tertunda mendapatkan solusi."

Hal ini memuncak setelah terungkap bahwa Lalit Bhanot, yang saat ini sedang bebas dengan jaminan setelah menghabiskan 11 bulan dalam tahanan pada tahun lalu karena kasus korupsi yang terkait dengan Commonwealth Games 2010 di New Delhi, diharapkan dapat kembali terpilih untuk menempati posisi Sekretaris Jenderal.

Abhey Singh diharapkan dapat menjadi presiden IOA yang baru. Singh sendiri memiliki hubungan dekat dengan mantan presiden Suresh Kalmadi, yang juga sedang ditahan akibat korupsi seputar Commonwealth Games.

Komisi Etik IOC pada Oktober menentang niat India mencalonkan Bhanot atau Kalmadi, dan juga mengekspresikan kekhawatiran perihal intervensi politis.

Pere Mino, direktur IOC yang bertanggung jawab terhadap hubungan-hubungan dengan Komite-komite Olimpiade Nasional (NOC), mengatakan bahwa proses pengambilan suara itu telah tercemar.

"Proses pengambilan suara telah tercemar, menurut saya, sejak awal sebab pada satu pihak terdapat banyak intervensi dari grup-grup pemerintah yang berbeda dan selain itu interpretasi buruk mereka terhadap statuta-statuta mereka sendiri di IOA," ucapnya.

"Karena hal ini, banyak kandidat yang memutuskan untuk mengundurkan diri sebab situasinya begitu membingungkan di mana mereka tidak siap untuk ambil bagian dalam pengambilan suara ini."

Miro mengatakan bukan hanya perselisihan seputar pengambilan suara yang membuat IOA diskors.

"untuk menjaga otonomi merupakan 50 persen keputusan itu, sedangkan 50 persen lainnya adalah pemerintahan yang buruk di IOA itu sendiri."

"Ketika kami memiliki solusi atas kedua hal itu maka keadaan akan berbalik, IOC akan menganalisa kembali situasinya dan mencabut skorsing."

"IOA kehilangan semua hak mereka yang diberikan piagam Olimpiade: hak-hak itu adalah menerima bantuan keuangan, bantuan teknis, dan hak untuk ambil bagian dalam semua kompetisi di bawah yuridiksi IOC."

Chautala, politisi dari negara bagian Haryana Utara, mengatakan kepada AFP di New Delhi pada Selasa menjelang konfirmasi resmi mengenai skorsing itu, bahwa aksi skorsing tersebut bukanlah hal yang tepat.

"Saya belum mendengar apapun yang resmi, namun saya saya diberitahu bahwa India diskors oleh IOC. Jika itu benar, maka itu adalah hal yang keliru dan keputusan sepihak."

"Kami akan bertemu besok (Rabu) untuk memutuskan masa depan kami akibat aksi tersebut."

Chautala menyalahkan Randhir Singh atas skorsing tersebut. Singh mengundurkan diri dari persaingan untuk menjadi presiden IOA pada bulan lalu.

"Ketika ia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki (suara) mayoritas untuk memenangi pengambilan suara, Randhir menggunakan kenalan-kenalannya di IOC untuk menghukum kami," ucapnya. "Ia adalah seseorang yang mempermalukan olahraga India dan seharusnya mengundurkan diri dari IOC."

Chautala menambahkan bahwa IOA tidak memiliki pilihan selain mematuhi peraturan olahraga pemerintah.

"Kami telah menjelaskan kepada IOC bahwa kami diperintahkan oleh Pengadilan Tinggi Delhi untuk mengikuti peraturan olahraga," ucapnya. "Kami tidak akan melawan perintah pengadilan. Namun kami tidak mendapat balasan dari IOC."

Peraih medali emas Olimpiade asal India Abhinav Bindra mengatakan IOA layak dijatuhi skorsing.

"Selamat tinggal IOA, semoga dapat segera kembali bertemu dengan anda, mudah-mudahan lebih bersih," demikian tulis Bindra dalam akun Twitternya.

Penampilan India berikutnya di ajang olahraga besar seharusnya dilakukan di Asian Games di Korea Selatan pada 2014. (ANTARA)


: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026