Jakarta (ANTARA Bengkulu) - Mata uang rupiah pada akhir pekan sore bergerak menguat sebesar 30 poin di tengah sentimen negatif eksternal yang masih membayangi.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Jumat sore bergerak menguat sebesar 30 poin menjadi Rp9.655 dibanding posisi sebelumnya senilai Rp9.685 per dolar AS.

Terpantau, pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat ini sempat menyentuh nilai tertinggi di posisi Rp9.685 sementara terendah sebesar Rp9.650 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah menguat meski terbatas pada akhir pekan ini dikarenakan sentimen negatif eksternal yang masih membayangi," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, data neraca perdagangan Indonesia yang masih tercatat defisit menjadi salah satu faktor penguatan nilai tukar rupiah tertahan.

Ia mengatakan, Bank Indonesia (BI) yang masih aktif melakukan intervensi terhadap rupiah menjadi salah satu faktor yang mendorong nilai tukar domestik meningkat terhadap dolar AS.

Analis Trust Securities Reza menambahkan, data China yang positif direspon positif pelaku pasar berisiko sehingga rupiah meningkat terhadap dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah positif setelah merespon data China yang positif sehingga memberikan harapan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Rupiah pun secara tidak langsung terkena dampak positifnya," kata dia.

Ia menambahkan, sentimen dari Eropa juga cukup positif dimana indeks kepercayaan konsumen Perancis dan kepercayaan bisnis Italia menunjukkan kenaikan.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Jumat (28/12) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat nilainya menjadi Rp9.670 dibanding posisi sebelumnya Rp9.685 per dolar AS. (Antara)


Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026